Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / 146 Pasien Korban Bencana di Aceh Dirujuk ke RSUDZA

146 Pasien Korban Bencana di Aceh Dirujuk ke RSUDZA

Rabu, 31 Desember 2025 23:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Foto: dok RSUDZA 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh mencatat telah menerima 146 pasien rujukan dari wilayah terdampak bencana di Aceh. Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di provinsi ini, RSUDZA menyiapkan berbagai langkah pelayanan ekstra untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Sejak bencana melanda sejumlah kabupaten/kota, Pemerintah Aceh menaruh perhatian serius pada kesiapsiagaan layanan kesehatan. Gubernur Aceh menekankan pentingnya penguatan layanan RSUDZA sebagai bagian dari respons tanggap darurat.

Menyikapi kondisi tersebut, manajemen RSUDZA menambah 120 tempat tidur (bed) rawat inap. Dengan penambahan itu, kapasitas RSUDZA meningkat dari 839 bed menjadi 959 bed rawat inap pada 2025.

Hingga kini, sekitar 146 pasien dari daerah terdampak bencana telah dirujuk dan ditangani di RSUDZA. Seluruh layanan subspesialistik dipastikan tersedia dengan dukungan sumber daya manusia yang siaga 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan.

RSUDZA juga didukung layanan penunjang yang lengkap, mulai dari laboratorium, radiologi, farmasi, gizi, laundry, CSSD, hingga pemulasaraan jenazah. Selain itu, sistem utilitas seperti listrik, air bersih, sanitasi, dan gas medis dipastikan tetap terjaga ketersediaannya.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan manajemen RSUDZA telah mengambil langkah-langkah strategis dan terpadu sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi lonjakan pasien akibat bencana.

“Sejak 29 November 2025, RSUDZA telah mengirim personel tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama Tim Dinas Kesehatan Aceh ke sejumlah daerah terdampak,” kata Muhammad MTA, Rabu. 

Menurut dia, layanan kesehatan tersebut diberikan langsung kepada korban bencana di Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Adapun layanan yang dikerahkan meliputi spesialistik kegawatdaruratan medik, anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, jantung, neurologi, kulit dan kelamin, THT, pulmonologi, layanan umum, hingga keperawatan. 

“Pelayanan ini masih terus berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.

Selain layanan darat, RSUDZA juga menerima dan memfasilitasi rujukan medivac udara dari wilayah yang akses daratnya terputus akibat kerusakan jalan dan jembatan. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dengan Lanud, Kesdam, KKP, dan PSC.

Untuk mengantisipasi kepadatan pasien, RSUDZA saat ini juga tengah mengembangkan ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD). Langkah ini diambil guna mengurangi penumpukan pasien seiring meningkatnya rujukan serta mulai pulihnya akses transportasi darat ke Banda Aceh.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI