Sabtu, 13 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / ASDP Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Luka Bakar

ASDP Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Luka Bakar

Jum`at, 12 Juni 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis yang berada di ruang mesin kapal dan mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar.

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.13 WIB setelah kapal menyelesaikan pelayaran dari Pelabuhan Balohan, Sabang, menuju Banda Aceh.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.13 WIB saat kapal sedang bersandar di Dermaga Ulee Lheue setelah menyelesaikan pelayaran dari Balohan. Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin,” kata Andri kepada wartawan dialeksis.com, Jumat, 12 Juni 2026.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 15 orang mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. Mayoritas korban diketahui merupakan taruna yang sedang menjalani praktik di atas kapal.

Meski demikian, Andri menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan bersama instansi terkait. ASDP saat ini masih mengumpulkan berbagai data dan keterangan untuk memastikan sumber ledakan yang memicu kebakaran tersebut.

Menurut Andri, tidak ada penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa itu karena seluruh penumpang telah turun dari kapal setelah proses sandar selesai dilakukan.

“Tidak ada penumpang yang menjadi korban. Kejadian terjadi setelah kapal bersandar dan seluruh penumpang telah turun. Korban yang ada merupakan mereka yang berada di area kerja kapal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesaat setelah letupan terjadi, awak kapal langsung menjalankan prosedur tanggap darurat dengan melakukan pemadaman api dan evakuasi korban dari ruang mesin. Respons cepat tersebut berhasil mencegah kobaran api meluas ke bagian lain kapal.

“Awak kapal segera melakukan upaya pemadaman dan evakuasi. Api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat sehingga tidak menyebar ke area lainnya,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit setelah kejadian. Keberhasilan itu dinilai sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar pada armada penyeberangan yang melayani rute Banda Aceh“Sabang tersebut.

Andri mengatakan perhatian utama ASDP saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang optimal. Pihaknya juga menyatakan siap bertanggung jawab terhadap kebutuhan penanganan korban selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Fokus utama kami sekarang adalah para korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Kami berharap seluruh korban segera pulih. Tentu dari sisi perawatan dan kebutuhan lainnya kami selaku operator kapal bertanggung jawab,” ujarnya.

Pasca kejadian, ASDP langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KSOP, Kepolisian, Pemadam Kebakaran, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan tim medis untuk menangani korban serta melakukan pemeriksaan teknis terhadap kapal.

“Kami akan melakukan investigasi terhadap kejadian ini bersama pihak-pihak terkait. Untuk penyebab pastinya tentu harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” kata Andri.

Selain investigasi, ASDP juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional kapal sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Akibat kebakaran tersebut, jadwal pelayaran Banda Aceh“Sabang sempat mengalami gangguan. Untuk mengurangi dampak terhadap pengguna jasa, ASDP memberikan layanan makanan kepada penumpang yang mengalami keterlambatan dan menyiapkan skema pengalihan menggunakan kapal lain apabila kondisi cuaca memungkinkan.

“Kami sedang berkomunikasi dengan pengguna jasa dan juga KSOP. Langkah pertama yang kami lakukan adalah memberikan service meal kepada penumpang yang mengalami keterlambatan keberangkatan. Kami juga berupaya memberangkatkan penumpang dengan kapal lain setelah berkoordinasi dengan KSOP,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI