Senin, 25 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa Yogyakarta Mengalami Kerusakan, Keluhkan Kebocoran Bangunan

Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa Yogyakarta Mengalami Kerusakan, Keluhkan Kebocoran Bangunan

Minggu, 24 Mei 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kondisi bangunan Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa saat ini dinilai semakin memprihatinkan, berbagai kerusakan bangunan, mulai dari atap bocor, plafon rusak, dinding lembab, hingga beberapa fasilitas yang sudah tidak layak digunakan. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Yogyakarta - Kondisi bangunan Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa saat ini dinilai semakin memprihatinkan. Sejumlah mahasiswa yang menetap di asrama tersebut mengeluhkan berbagai kerusakan bangunan, mulai dari atap bocor, plafon rusak, dinding lembab, hingga beberapa fasilitas yang sudah tidak layak digunakan.

Asrama yang telah menjadi tempat tinggal mahasiswa Aceh di Yogyakarta selama puluhan tahun itu kini menghadapi persoalan serius akibat minimnya perhatian terhadap rehabilitasi bangunan. Ketika hujan turun, beberapa titik di dalam kamar dan lorong asrama mengalami kebocoran yang cukup parah sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan penghuni.

Sekretaris Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, M. Hafizh Jauhari, mengatakan bahwa kondisi tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, mahasiswa telah berulang kali menyampaikan keluhan dan mencoba mengupayakan bantuan rehabilitasi kepada sejumlah pihak terkait di Aceh.

 “Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal permohonan rehabilitasi kepada beberapa SKPA di Pemerintah Aceh. Namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang benar-benar nyata. Sementara kondisi bangunan terus mengalami kerusakan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026)

Ia menilai bahwa asrama mahasiswa Aceh di perantauan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bangunan biasa, melainkan sebagai bagian dari aset pendidikan dan simbol keberadaan mahasiswa Aceh di luar daerah.

“Banyak mahasiswa Aceh datang ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu dan tinggal di asrama ini. Sangat disayangkan apabila fasilitas yang menjadi tempat belajar dan berteduh mahasiswa justru dibiarkan mengalami kerusakan bertahun-tahun,” tambahnya.

Mahasiswa berharap Pemerintah Aceh dapat lebih serius memperhatikan kondisi asrama mahasiswa di Yogyakarta, khususnya Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa yang saat ini membutuhkan rehabilitasi pada beberapa bagian bangunan.

Selain kebocoran, mahasiswa juga menyoroti kondisi bangunan yang mulai menua dan membutuhkan perawatan menyeluruh agar tetap aman dan layak dihuni. Mereka khawatir apabila tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah dan membahayakan penghuni asrama.

Sebagai salah satu asrama mahasiswa Aceh tertua di Yogyakarta, Meurapi Duwa memiliki nilai sejarah panjang bagi masyarakat Aceh di tanah rantau. Karena itu, mahasiswa berharap adanya perhatian nyata, bukan sekadar wacana ataupun janji yang terus berulang tanpa kepastian.

 “Kami tidak menuntut kemewahan. Kami hanya berharap adanya kepedulian terhadap tempat tinggal mahasiswa Aceh yang selama ini menjadi rumah bagi banyak generasi perantau,” tutupnya.

Permasalahan serupa juga dialami oleh asrama mahasiswa Aceh lainnya di Yogyakarta, seperti Asrama Meuligoe Iskandar Muda di Jalan Poncowinatan dan Asrama Sabena di Jalan Taman Siswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap rehabilitasi asrama mahasiswa Aceh di perantauan perlu menjadi perhatian bersama secara menyeluruh. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI