Senin, 25 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Drone Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia di Novorossiysk, Picu kebakaran

Drone Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia di Novorossiysk, Picu kebakaran

Minggu, 24 Mei 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Para petani mengumpulkan pecahan rudal Rusia yang menghantam ladang pertanian di dekat garis depan di wilayah Kharkiv, Ukraina, Jumat (22/5/2026). [Foto: Andrii Marienko/AP]


DIALEKSIS.COM | Moskow - Serangan pesawat tak berawak Ukraina memicu kebakaran di sebuah terminal minyak di wilayah Krasnodar, Rusia, Sabtu (23/5/2026), dalam apa yang tampaknya menjadi serangan terbaru terhadap industri energi penting Moskow.

Pejabat di kota Novorossiysk mengatakan puing-puing drone yang jatuh menyebabkan kebakaran di terminal minyak dan melukai dua orang. Media Rusia, Astra, melaporkan bahwa target serangan adalah terminal dan depot minyak Sheskharis, fasilitas utama milik perusahaan pipa negara Rusia, Transneft.

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal membumbung di atas terminal minyak tersebut, meski rekaman itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Staf Umum Ukraina pada Sabtu sore mengonfirmasi bahwa pasukannya menyerang terminal minyak Sheskharis pada malam sebelumnya.

“Fasilitas ini digunakan untuk pengiriman minyak dan produk minyak untuk ekspor serta mendukung kebutuhan militer Rusia,” tulis Staf Umum Ukraina melalui Telegram. Ukraina juga mengklaim telah menyerang kapal tanker di Laut Hitam yang disebut terkait dengan “armada bayangan” Rusia.

Selama beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh menggunakan drone dan rudal produksi dalam negeri untuk menghadapi invasi Rusia yang telah berlangsung selama empat tahun. Infrastruktur minyak Rusia, yang dianggap menjadi sumber pendanaan utama perang Moskow, kerap menjadi sasaran serangan.

Sementara itu, korban tewas akibat serangan drone Ukraina pada Jumat malam di sebuah asrama perguruan tinggi di Starobilsk, wilayah Luhansk yang diduduki Rusia, dilaporkan meningkat menjadi 12 orang, menurut pejabat yang ditunjuk Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam serangan tersebut sebagai “kejahatan” dan memerintahkan militer menyiapkan langkah balasan. Putin mengatakan tidak ada fasilitas militer atau aparat penegak hukum di sekitar lokasi serangan.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang diminta Rusia, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Andrii Melnyk, membantah tuduhan kejahatan perang yang disampaikan Rusia. Ia menyebut tuduhan itu sebagai “propaganda semata” dan menegaskan bahwa operasi Ukraina pada 22 Mei hanya menargetkan “mesin perang Rusia.” [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI