DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Region Aceh menyalurkan 282 hewan kurban di wilayah Aceh dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut terdiri dari 212 ekor sapi dan 70 ekor kambing atau domba.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan penyaluran hewan kurban ini merupakan bagian dari komitmen sosial BSI untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.
“Melalui penyaluran hewan kurban ini, BSI Region Aceh ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Aceh. Ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan syariah, tetapi juga sebagai sahabat sosial masyarakat,” ujar Imsak Ramadhan di Banda Aceh, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan memenuhi standar kelayakan. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dari Rumah Potong Hewan atau RPH serta Dinas Peternakan setempat.
“Seluruh hewan kurban yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat, prima, dan sesuai standar dari RPH maupun Dinas Peternakan setempat,” katanya.
Menurut Imsak, momentum Idul Adha bukan hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas sosial. Melalui program kurban, BSI ingin mendorong pemerataan manfaat ekonomi umat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian.
Penyaluran hewan kurban di Aceh menjadi bagian dari program kurban nasional BSI. Tahun ini, BSI menyiapkan sebanyak 24.053 ekor hewan kurban untuk disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.
Jumlah tersebut meningkat 57 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 15.272 ekor hewan kurban.
Program kurban BSI juga diperkuat melalui transformasi digital. Masyarakat dapat membeli hewan kurban melalui aplikasi BYOND by BSI maupun menggunakan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card.
BSI turut menggandeng 25 Lembaga Amil Zakat atau LAZ resmi dalam pelaksanaan program kurban digital tersebut. Melalui platform digital itu, masyarakat diberikan kemudahan memilih dan membeli hewan kurban dengan harga yang lebih inklusif, mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing.
Kemudahan akses digital ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui BSI. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis berkelanjutan perseroan.
Secara nasional, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perbankan syariah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ujar Anggoro.
Selain memberi manfaat sosial, program kurban BSI juga diharapkan menciptakan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, khususnya sektor peternakan. Secara nasional, BSI melibatkan 37 peternak lokal, termasuk 19 UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BSI juga menerapkan konsep distribusi kurban yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan besek bambu dalam proses pembagian daging kurban sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perseroan.
Adapun daging kurban BSI secara nasional akan didistribusikan kepada lebih dari 600 ribu penerima manfaat, mulai dari masyarakat duafa, warga di wilayah terdampak bencana, hingga pesantren.