Kamis, 11 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Dampak Banjir Beutong Ateuh Banggalang Parah, Bupati Nagan Raya Desak Pusat Percepat Huntap

Dampak Banjir Beutong Ateuh Banggalang Parah, Bupati Nagan Raya Desak Pusat Percepat Huntap

Rabu, 10 Juni 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh, yang digelar di Ruang Rapat Serba Guna Setda Aceh, Selasa (9/6/2026). [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan 647 hunian tetap (huntap) bagi warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh, yang digelar di Ruang Rapat Serba Guna Setda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. ini, turut dihadiri oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, serta para bupati dan wali kota se-Aceh. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi terhadap kemajuan penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam laporannya di hadapan Mendagri dan forum tersebut, Teuku Raja Keumangan menyampaikan bahwa banjir melanda tiga kecamatan di Nagan Raya, namun dampak paling masif berada di Beutong Ateuh Banggalang, kawasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah di atas Bukit Barisan.

"Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dari empat desa yang ada, dua desa di antaranya rusak parah. Tercatat ada 647 rumah warga yang harus kita bangun huntap. Untuk lokasinya, seluruh pertapakan lahan sudah selesai dan siap," ujar Teuku Raja Keumangan.

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi terakhir, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik huntap tersebut.

Selain hunian warga, bupati juga menyoroti nasib pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman tersebut. Hingga saat ini, siswa tingkat SD dan SMP di Beutong Ateuh Banggalang masih terpaksa melangsungkan proses belajar-mengajar di sekolah darurat. Ia berharap kementerian terkait dapat memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen.

Selain memaparkan kondisi di Beutong Ateuh Banggalang, dalam kesempatan yang sama Bupati Nagan Raya juga melaporkan kelumpuhan infrastruktur di Kecamatan Darul Makmur. Sebuah jembatan rangka baja sepanjang 200 meter dilaporkan hancur total diterjang banjir.

Akibatnya, sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) di dua dusun seberang kini terisolasi. Anak-anak sekolah dan petani sawit terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai yang deras menggunakan perahu kecil. Risiko keselamatan yang tinggi ini juga berdampak pada membengkaknya ongkos angkut buah sawit (TBS) milik masyarakat.

Menutup penyampaiannya, “Raja Beutong” itu meminta perhatian cepat dari kementerian terkait dan mengundang Menteri Dalam Negeri untuk meninjau langsung kondisi lapangan di Nagan Raya, sekaligus beribadah di Masjid Giok yang menjadi ikon unik daerah tersebut.[ra]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI