DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Banda Aceh menggelar kegiatan “Jemur Bonsai” di MZ Kupi Banda Aceh pada Sabtu-Minggu (20-21 Juni 2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah kreativitas bagi para pecinta bonsai di Banda Aceh.
Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Sabtu malam itu, dihadiri oleh Wakil Ketua PPBI Cabang Banda Aceh, Fahmi, Sekretaris PPBI Cabang kota, Yusnardi, tokoh masyarakat serta jajaran pengurus PPBI Cabang Banda Aceh.
Ketua PPBI Cabang Kota Banda Aceh, Farid Nyak Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias, melainkan karya seni yang lahir dari kesabaran, ketekunan, dan kreativitas.
“Melalui bonsai, kita bisa banyak belajar. Setiap cabang yang dibentuk, setiap daun yang dirawat, mencerminkan filosofi hidup: bahwa keindahan lahir dari proses panjang yang penuh kesungguhan dan ketelitian," ujar Farid.
Farid menambahkan, bonsai menjadi media ekspresi seni dan dapat menghidupkan ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif di Banda Aceh. Industri kreatif berbasis bonsai dapat membuka lapangan usaha baru.
“Bonsai membuka peluang usaha baru, mulai dari pameran bonsai, workshop bonsai, hingga produk turunan seperti pot, media tanam, dan aksesoris. Semua ini dapat mendukung Banda Aceh sebagai kota kreatif dan berdaya saing,” jelas Farid yang juga Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh.
Ketua Panitia “Jemur Bonsai”, Yansera Lubis mengatakan kegiatan kali ini menampilkan berbagai koleksi bonsai dari anggota PPBI Banda Aceh. Selain pameran, acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal seni bonsai dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menurut Ketua Harian PPBI Cabang Banda Aceh tersebut, kegiatan "Jemur Bonsai" mendapat dukungan luas dari masyarakat dan komunitas bonsai. Sebanyak 50 bonsai terbaik dipamerkan dalam kegiatan komunitas tanaman hias itu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bonsai bukan hanya hobi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengembangan usaha kreatif. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir ide-ide baru, jejaring usaha, dan peluang ekonomi yang bermanfaat bagi warga Banda Aceh,” ungkap Pak Yan, panggilan akrab Yansera Lubis.
Acara ini disambut antusias oleh masyarakat dan pecinta bonsai. Selain memperkuat jejaring komunitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan dan memperkenalkan bonsai sebagai bagian dari identitas budaya Banda Aceh.
Dengan semangat kebersamaan, PPBI Banda Aceh berkomitmen menjadikan bonsai sebagai simbol harmoni antara manusia dan alam, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di daerah.[]
