Sabtu, 19 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Gerak Dampak Academy 2026 Perkuat Kapasitas Orang Muda Aceh untuk Ubah Gagasan Jadi Aksi

Gerak Dampak Academy 2026 Perkuat Kapasitas Orang Muda Aceh untuk Ubah Gagasan Jadi Aksi

Sabtu, 19 September 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

YouthID Foundation bersama Indika Foundation melaksanakan Intensive Course Gerak Dampak Academy 2026, sebuah ruang pembelajaran intensif bagi orang muda Aceh. [Foto: dok. YF]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - YouthID Foundation bersama Indika Foundation melalui Program Impact Collaboration 2026 melaksanakan Intensive Course Gerak Dampak Academy 2026, sebuah ruang pembelajaran intensif bagi orang muda Aceh untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memahami keberagaman, serta merancang aksi nyata berbasis kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 19-20 September 2026 di Warnawana Creative Space, Banda Aceh, diikuti oleh orang muda dari berbagai latar belakang. Peserta berada pada rentang usia muda dan merepresentasikan keberagaman, termasuk orang muda dengan disabilitas, perempuan, serta peserta dari lintas iman.

Intensive Course ini merupakan bagian dari rangkaian GerakDampak Academy 2026 yang dimulai melalui proses pemetaan kebutuhan orang muda. Sebelumnya, YouthID Foundation bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh melaksanakan Rembuk Pemuda Aceh pada Mei dan Juni 2026 yang melibatkan 200 orang muda dari berbagai komunitas dan pegiat UMKM di Aceh.

Dari proses tersebut, ditemukan bahwa isu partisipasi dan kepemimpinan orang muda menjadi salah satu isu paling mendesak. Hasil pemetaan menunjukkan isu tersebut mendominasi sebesar 38 persen, sekaligus memperlihatkan bahwa partisipasi orang muda masih membutuhkan ruang yang lebih inklusif dan kolaboratif.

Proses kemudian berlanjut melalui Mini Bootcamp yang menjadi ruang pembelajaran dan seleksi bagi anggota komunitas. Dari rangkaian proses tersebut, sebanyak 25 orang muda terpilih untuk mengikuti Intensive Course selama dua hari. Dalam dokumen program, rangkaian ini dirancang berkelanjutan dari Mini Bootcamp, seleksi, Intensive Course, action planning, Community Action, hingga Reflection & Showcase.

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria, mengatakan bahwa GerakDampak Academy dirancang bukan hanya untuk memberikan pengetahuan kepada orang muda, tetapi juga membangun kemampuan mereka untuk melihat persoalan di sekitarnya dan mengubahnya menjadi aksi.

“Orang muda tidak cukup hanya diberikan ruang untuk berbicara. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk memahami persoalan, mendengarkan pengalaman yang berbeda, membangun kolaborasi, lalu menerjemahkan gagasan menjadi aksi yang nyata. GerakDampak Academy kami bangun untuk proses tersebut.” ucapnya.

Menurutnya, keberagaman peserta menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Kehadiran peserta dengan berbagai pengalaman, termasuk peserta disabilitas, perempuan, dan lintas iman, memungkinkan proses belajar tidak hanya berbicara tentang keberagaman sebagai konsep, tetapi mengalaminya secara langsung dalam proses berdiskusi dan bekerja bersama.

Sementara itu, Syarifah Irma Henni, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, menyampaikan bahwa ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas seperti ini penting untuk memastikan orang muda tidak hanya menjadi penerima program, tetapi memiliki ruang untuk mengambil peran dalam pembangunan.

“Pemberdayaan pemuda harus memberi ruang bagi anak muda untuk belajar, menyampaikan gagasan, berkolaborasi, dan menghasilkan aksi. Ketika mereka diberikan ruang yang inklusif dan didukung untuk berkembang, mereka dapat menjadi bagian penting dalam menjawab persoalan di lingkungan mereka.” katanya.

Selama dua hari, peserta mengikuti pembelajaran yang mengintegrasikan Kurikulum HARMONI dari Indika Foundation, pendekatan GEDSI, media partisipatif LINKaran Kita, serta kerangka Inovasi Sosial Canvas. Materi mencakup pengenalan diri, regulasi emosi, keterbukaan pikiran, penghargaan terhadap keberagaman, compassion, GEDSI, partisipasi bermakna orang muda, integritas, hingga perancangan aksi nyata.

Salah satu peserta, Lia, yang mengikuti kegiatan sebagai peserta Tuli, menilai ruang belajar yang inklusif memberikan kesempatan bagi dirinya untuk terlibat secara aktif dan berinteraksi dengan peserta dari latar belakang yang berbeda.

“Bagi saya, pelibatan sebagai Tuli bukan hanya tentang bisa hadir dalam kegiatan, tetapi juga tentang bagaimana saya dapat berpartisipasi, menyampaikan pengalaman, dan didengar. Ketika ruang belajar dibuat untuk semua orang, keberagaman justru menjadi bagian dari kekuatan proses belajar.” tuturnya.

YouthID Foundation bersama Indika Foundation melaksanakan Intensive Course Gerak Dampak Academy 2026, sebuah ruang pembelajaran intensif bagi orang muda Aceh. [Foto: dok. YF]

Pendekatan pembelajaran dalam Intensive Course menggunakan metode interactive and experiential learning, group mentoring, reflektif-partisipatif, dan project-based learning. Peserta yang terlibat dibagi menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan co-fasilitator selama dua hari.

Tidak berhenti pada proses pembelajaran, kegiatan ini menargetkan lahirnya lima kelompok aksi dan lima draf Action Plan serta Inovasi Sosial Canvas yang relevan dengan isu dan kebutuhan masyarakat Aceh. Hasil tersebut menjadi bekal untuk tahapan Community Action setelah Intensive Course.

Melalui Gerak Dampak Academy 2026, YouthID Foundation dan Indika Foundation mendorong proses pengembangan orang muda yang tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi bergerak menuju kemampuan untuk berpikir lebih tajam, merasa lebih dalam, dan bertindak lebih benar.

Dengan pendekatan tersebut, GerakDampak Academy diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan keberagaman pengalaman orang muda Aceh dengan kapasitas kepemimpinan, kolaborasi, dan aksi sosial yang dapat diteruskan di komunitas masing-masing. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI