DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara menurunkan alat berat untuk menangani genangan air di lubang-lubang Jalan Kilometer 3-Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (13/10/2026).
Penanganan sementara ini dilakukan setelah warga dari sembilan gampong mengeluhkan kerusakan jalan yang dinilai membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor saat hujan.
Geuchik Gampong Ulee Gunong, MHD Ruslan, mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas PUPR. Namun, ia berharap penanganan tersebut segera dilanjutkan dengan rehabilitasi menyeluruh.
“Atas nama masyarakat dari sembilan gampong di kawasan Buket Hagu, kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Aceh Utara, khususnya Dinas PUPR Aceh Utara, yang telah menanggapi keluhan kami selama ini terkait kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah,” ujar Ruslan, Selasa.
Menurut Ruslan, lubang jalan kerap tertutup genangan air saat hujan sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Kondisi tersebut telah menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh.
Anggaran rehabilitasi Jalan Kilometer 3-Buket Hagu disebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) Aceh Utara Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar, S.T., M.S.M., sebelumnya menyampaikan bahwa pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai setelah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) tersedia dan proses administrasi selesai.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi tersebut agar akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman. Jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu juga menjadi akses penting bagi aktivitas pendidikan, pelayanan publik, dan perekonomian masyarakat.
Sebelumnya, lebih dari 150 warga dari sembilan gampong menggelar aksi protes dengan memasang plang di badan jalan, tepatnya di Gampong Ulee Gunong, pada Jumat (25/9/2026).
Koordinator aksi, Saifullah, S.Sos., mengatakan jalan tersebut merupakan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Aceh Utara. Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan karena kerusakan jalan telah lama mengganggu aktivitas sehari-hari.
Adapun sembilan gampong yang terdampak meliputi Ulee Gunong, Lhok Seuntang, Teupin Keubeu, Mata Ie, Mata U, Arongan LT, Seuneubok Dalam, Buket Hagu, dan Blang Rubek. [*]