Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kecamatan Bintang dan Linge Terparah di Aceh Tengah

Kecamatan Bintang dan Linge Terparah di Aceh Tengah

Selasa, 06 Januari 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo
Walau terkena musibah, terlihat dua gadis tangguh masih beraktivitas, mengais yang tersisa dari amukan banjir bandang. dokumen ini dari kampung Tebuk, Pegasing Aceh Tengah. (foto/ For Dialeksis.com)

DIALEKSIS.COM | Takengon - Musibah yang melanda Aceh Tengah, banjir bandang dan longsor menyebabkan Kecamatan Bintang dan Kecamatan Linge terkena dampak terparah. Disusul Kecamatan Rusip Antara.

Dari data yang berhasil Dialeksis.com rangkum, Selasa (6/1/2026) dari BPBD Aceh Tengah, perumahan penduduk yang terbanyak terkena musibah berada di Kecamatan Bintang, disusul Kecamatan Linge berada di bawahnya, Rusip Antara, Kebayakan dan Bebesen. Sementara kecamatan Bies berada diperingkat terakhir.

“Kita sedang memverifikasi data kerusakan seluruhnya. Baik itu perumahan penduduk, pertanian hortikultura, perkebunan, perikanan, serta sejumlah infrastruktur dan sumber penghidupan masyarakat,” sebut Andalika, Kalaks BPBD Aceh Tengah, menjawab Dialeksis.com.

Dia mengharapkan data kerusakan itu segara final, termasuk kawasan yang terisolir, petugas turun kesana dibantu aparatur kampung, agar tidak ada yang terlewatkan, sementara mereka terkena musibah.

Data yang berhasil Dialeksis.com, dari 4.426 perumahan penduduk yang hancur (rusak berat, sedang dan ringan), Kecamatan Bintang berada diurutan pertama, mencapai 1.008 rumah. 497 rusak berat, 259 sedang dan 252 ringan, serta 15 ruas jalan kabupaten hancur.

Disusul Kecamatan Linge, ada 737 rumah rusak. 587 rusak berat 78 sedang dan 72 mengalami rusak ringan, serta 11 ruas jalan kabupaten hancur.

Kecamatan Rusip Antara ada 614 rumah yang rusak, 333 berat, 267 sedang dan 14 ringan. Selanjutnya kecamatan Kebayakan ada 413 rumah diterjang banjir longsor. 210 rusak berat, 65 sedang dan 138 ringan.

Di Kecamatan Bebesen ada 362 rumah mengalami kerusakan, 25 berat, 31 sedang dan 316 ringan. Kemudian Kecamatan Ketol, ada 344 rumah, 240 rusak berat, 75 sedang dan 29 sedang.

Kecamatan Lut Tawar juga rumah masyarakatnya menunjukan akang yang tinggi mencapai 354 unit. 113 mengalami rusak berat, 23 sedang dan 218 ringan. Untuk Kecamatan Pegasing ada 333 rumah yang terkena amukan Siklon Senyar25 ini. 232 rumah tergolong rusak berat, 49 sedang dan 52 ringan.

Kecamatan Silih Nara ada 135 rumah, 55 rusak berat, 54 sedang dan 26 ringan. Disusul Kecamatan Celala, ada 74 rumah, 67 rusak berat dan 7 rusak sedang. Kecamatan Atu Lintang ada 20 unit rumah, dua rusak berat, 18 sedang.

Kecamatan Kute Panang ada 10 unit rumah, semuanya mengalami kerusakan berat. Disusul Kecamatan Jagong Jeget ada ada enam unit rumah yang mengalami kerusakan berat dan Kecamatan Bies, juga ada enam unit rumah, dua rusak berat, satu sedang dan 3 ringan.

Sawah dan Kebun

Untuk persawahan dan perkebunan jumlah kerusakanya juga menunjukan angka yang besar, untuk kebun mencapai 12.637 hektar lebih. Sawah 2.787 hektar dan yang gagal panen sawah mencapai 466 hektar.

Kecamatan Bintang ada 443 hektar sawah yang rusak, sementara perkebunan masyarakat mencapai 2.053 hektar. Lut Tawar ada 348 hektar sawah yang rusak, 246 ha gagal panen dan 1.120 hektar kebun mengalami kerusakan.

Kecamatan Kebayakan, ada 158 hektar sawah dan 80 hektar yang gagal panen, sementara kebun mencapai 1.115 ha. Bebesen 1 ha sawah dan 300 hektar kebun. Bies, ada 2,6 ha sawah mengalami kerusakan, 2,6 gagal panen, sementara kebun 29 ha.

Kecamatan Ketol, sawah 81 hektar, dan kebun mencapai 1.309 hektar. Silih Nara, ada 96 ha sawah mengalami kerusakan, 30 gagal panen dan 1.450 ha lahan perkebunan. Untuk kecamatan Pegasing ada 496 ha sawah rusak, dan 2.905 hektar kebun masyarakat rusak.

Kecamatan Celala, ada 364 hektar sawah rusak, 73 ha gagal panen dan 59 hektar kebun. Kute Panang, 5 hektar sawah rusak dan 16 hektar kebun.

Kecamatan Linge, ada 632 hektar persawahan hancur, 16 hektar gagal panen dan 47 hektar perkebunan penduduk. Rusip Antara ada 113 hektar sawah rusak, 16 ha gagal panen dan 2.001 hektar perkebunan penduduk hancur.

Kecamatan Jagong Jeget ada 44 hektar sawah mengalami kerusakan, 9 hektar gagal panen dan 280 hektar perkebunan penduduk mengalami kerusakan dan Kecamatan Atu Lintang ada 29 hektar perkebunan penduduk yang mengalami kerusakan.

Selain perkebunan, persawahan dan perumahan penduduk yang mengalami kerusakan, ada juga sumber usaha lain yang ikut hancur. 300 ekor hewan ternak, 100 lapak pasar, 28 hektar perikanan, 47 destinasi wisata, 14 unit destinasi amentas,

Ada 15 unit restoran/ caffe, 65 sarana olahraga, 2.402 koperasi/ UMKM, 81 Pilindes, 9 Pustu, 12 sekolah umum TK. 17 SD, 5 SMP dan 6 SLTA. Sekolah Kemenag ada 15 unit, 12 pesantren, 124 sarana ibadah, serta kerusakan jalan baik nasional, provinsi dan kabupaten, air bersih, listrik dan sejumlah kerusakan lainya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI