DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mahasiswa Fakultas Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry yang dibimbing oleh Dr Arfiansyah melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Museum Aceh, Minggu (5/4/2026), dalam rangka memperdalam pemahaman pada mata kuliah Keacehan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran kontekstual, di mana mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga langsung berinteraksi dengan sumber sejarah dan budaya.
Menurut Dr Arfiansyah, kuliah lapangan memiliki peran penting dalam proses belajar. Ia menegaskan bahwa melihat langsung koleksi museum memberikan pengalaman yang lebih kuat dibandingkan sekadar mendengar penjelasan atau membaca literatur.
“Mahasiswa bisa merasakan kedekatan dengan sejarah, memahami konteks budaya, dan menangkap detail yang sering terlewat jika hanya dipelajari secara teoritis,” ujarnya.
Selama kunjungan, mahasiswa mengamati berbagai koleksi, mulai dari artefak sejarah, benda budaya, hingga dokumentasi perjalanan panjang peradaban Aceh. Mereka juga mendapatkan penjelasan langsung dari Dr. Arfiansyah terkait nilai historis dan makna di balik koleksi dan sejarahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Aceh. Selain itu, pengalaman belajar di lapangan juga dinilai dapat memperkuat rasa identitas dan kebanggaan terhadap sejarah daerah.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih interaktif, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan konsep museum imersif, sehingga pembelajaran sejarah dan budaya menjadi semakin menarik dan relevan bagi mahasiswa. [*]