Kamis, 04 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Penulis Buku Biografi Deklarator Aceh Merdeka: Haul ke-16 Tahun Hasan Tiro, Petik Semangat Kebersamaan

Penulis Buku Biografi Deklarator Aceh Merdeka: Haul ke-16 Tahun Hasan Tiro, Petik Semangat Kebersamaan

Rabu, 03 Juni 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Mualem mencium tangan Hasan Tiro pada 2009 di swedia. [Foto: Dokumen GAM]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Haul ke-16 Hasan Tiro pada Rabu, 3 Juni 2026 harus dimaknai untuk memetik semangat perjuangan, kebersamaan, dan setia pada cita-cita mewujudkan rakyat Aceh yang adil, makmur dan sejahtera. Menguak jejak perjalanan Hasan Tiro yakni solidaritas itu sangat penting dalam berbagai kondisi.

“Ketika bergerilya, Hasan Tiro memeriksa semua pengikutnya sudah mendapat makanan. Satu telur asin dibagi empat. Setelah itu baru makan bersama. Saya apresiasi kepada pihak yang telah mengadakan haul Hasan Tiro setiap tahun,” ungkap Murizal Hamzah penulis buku Biografi Hasan Tiro Jalan Panjang Menuju Damai Aceh, Rabu (3/6/2026).

MH - sapaan akrab Murizal Hamzah - menuturkan perihal satu telur asin dibagi empat ini terbongkar ketika mewawacarai mantan Menteri Keuangan GAM Teungku Usman Lampoh Awe di Laweung Pidie pada 2013. Teungku Usman Lampoh menceritakan hal yang mengharukan itu dengan berair mata mengenang masa susah dan sulit. Warga pun mendukung perjuangan tersebut dengan memberikan yang dimilikinya. Bahkan seorang ibu rela memberikan sebotol minyak tanah untuk penerangan di rimba dan dirinya rela bergelap-gelapan di rumah.

“Zaman sudah berubah namun roh dan spirit dari Hasan Tiro seperti peduli kawan, kompak, hidup sederhana harus terus menyala,” ajak MH yang juga penulis buku biografi Abu Doto dengan judul Zaini Abdullah Dokter Pejuang Rakyat Aceh.

Berkaitan dengan Haul ke-16 Hasan Tiro, MH sepakat dengan statemen Mualem pada Haul ke-15 Hasan Tiro pada 3 Juni 2025. Menurutnya, sudah tepat Mualem mengajak pengikut Wali Nanggroe untuk menjaga warisan nilai perjuangan dari Wali Nanggroe. Kebersamaan dalam semua perkara. Jangan seperti lele, lapar memakan teman. Amanah wali, jangan cari dan minta jabatan. Hal itu akan datang sendiri.

“Jika ada masalah di internal mantan GAM, maka selesaikan secara internal. Jangan disampaikan melalui medsos atau media lain. Ketika Anda bermasalah, ada yang tepuk tangan,” ingat alumnus pelatihan jurnalistik di Boston Amerika pada 2002.

Sekadar catatan, Hasan Tiro kelahiran 1925 berpulang ke Rahmatullah pada Kamis (3/6/2010) di Banda Aceh dalam usia 84 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh selama 13 hari. Deklarator Aceh Merdeka itu dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman dan dimakamkan di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro, di Mureu, Indrapuri, Aceh Besar. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI