Sabtu, 10 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Realisasi Baru 31,68 Persen, Pemkab Aceh Singkil Kejar Serapan TKD

Realisasi Baru 31,68 Persen, Pemkab Aceh Singkil Kejar Serapan TKD

Jum`at, 09 Oktober 2026 17:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Daerah Aceh Singkil, Edy Widodo dan Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kementerian Dalam Negeri, Imran, bersama Bupati Safriadi Oyon (ketiga dari kiri) memperlihatkan naskah penandatanganan berita acara di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, pada Rabu (7/10/2026). [Foto: Prokopim Singkil]


DIALEKSIS.COM | Singkil - Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mempercepat realisasi transfer ke daerah (TKD) untuk mendukung pembangunan dan pemulihan daerah pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Hingga 7 Oktober 2026, realisasi TKD Aceh Singkil telah mencapai 31,68 persen atau sekitar Rp6,78 miliar dari total alokasi Rp21,4 miliar. Pemerintah daerah menargetkan penyerapan anggaran terus dikejar hingga akhir tahun.

Komitmen percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon bersama Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat (Satgas PRRP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Imran, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (7/10/2026).

Safriadi mengatakan realisasi TKD yang sebelumnya masih nol kini telah mencapai lebih dari 31 persen. Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari percepatan pembangunan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah.

“Tadi sudah dijelaskan bahwa realisasi penggunaan dana TKD sudah mencapai 31 persen. Alhamdulillah, dapat kami kejar juga dengan pembangunan yang luar biasa. Jadi, kami bersyukur dapat melaksanakan itu,” kata Safriadi.

Dia mengakui pelaksanaan kegiatan sempat berjalan lambat akibat keterlambatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada awal tahun. Kondisi tersebut berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah kegiatan yang bersumber dari anggaran daerah.

Karena itu, Pemkab Aceh Singkil kini meminta seluruh jajaran mempercepat pelaksanaan program dan memastikan kegiatan yang dibiayai TKD dapat diselesaikan sesuai target.

“Kami tidak boleh lagi bekerja biasa-biasa saja. Langsung tancap gas untuk melaksanakan pembangunan ini,” ujar Safriadi.

Dia optimistis target penyerapan anggaran dapat dicapai apabila seluruh perangkat daerah bekerja secara maksimal dalam beberapa bulan terakhir tahun anggaran.

“Kami yakin (penyerapan anggaran 100 persen) nanti dapat kami capai. Karena dalam beberapa bulan saja sudah bisa mencapai 31 persen,” katanya.

Ketua Tim Satgas PRRP Kemendagri Imran, mengapresiasi peningkatan realisasi TKD di Aceh Singkil. Dia menilai kenaikan realisasi dari nol hingga lebih dari 31 persen merupakan perkembangan yang baik.

Namun, Imran meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada capaian tersebut. Menurut dia, sisa waktu sekitar dua bulan harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan kegiatan dan meningkatkan penyerapan anggaran.

“Saya harus mengapresiasi ini dari nol naik menjadi 31 persen lebih. Ini capaian luar biasa. Nah, tentunya momen ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi semacam pijakan dalam mengejar realisasi selama dua bulan ke depan, untuk menyelesaikan semua kegiatan,” kata Imran.

Dia juga meminta Pemkab Aceh Singkil memperketat monitoring terhadap rencana penarikan dana oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang melaksanakan kegiatan bersumber dari TKD.

“Masing-masing SKPK harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kegiatannya, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” ujarnya.

TKD untuk Rehabilitasi Pustu

Salah satu kegiatan yang menggunakan dana TKD untuk pemulihan pascabencana adalah rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru. Bangunan Pustu mengalami kerusakan akibat banjir dan gempa. Saat banjir terjadi, ketinggian air di lokasi dilaporkan mencapai paha orang dewasa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Mursal, mengatakan rehabilitasi Pustu Kayu Menang menggunakan anggaran TKD sebesar Rp400 juta. Anggaran tersebut mencakup biaya perencanaan dan pengawasan.

“Rehab karena akibat banjir kemarin dan ada juga gempa di sini. Jadi kita rehab bangunannya menggunakan dana TKD sejumlah Rp400 juta. Itu sudah termasuk perencanaan dan pengawasannya,” kata Mursal saat meninjau pembangunan Pustu Kayu Menang, Rabu, 7 Oktober 2026.

Rehabilitasi meliputi perbaikan plafon, seng, lantai, dan pagar. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 56 persen.

Mursal mengatakan pekerjaan yang belum diselesaikan terutama bagian lantai. Pengerjaan lantai memiliki bobot pekerjaan cukup besar karena menggunakan granit.

“Untuk 100 persen, yang kurang ya lantai. Lantai kan bobotnya tinggi, karena ada pemasangan granit,” ujarnya.

Rehabilitasi Pustu Kayu Menang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan atau pada awal November 2026. Setelah rehabilitasi selesai, pemerintah daerah berencana menambah sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya mebel dan tandon air. Untuk peralatan kesehatan tetap menggunakan fasilitas standar.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Kayu Menang dialihkan sementara ke Puskesmas Kuala Baru.

Pustu Kayu Menang nantinya kembali melayani masyarakat Desa Kayu Menang yang mencakup sekitar 67 kepala keluarga. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memudahkan warga memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan ke Puskesmas Kuala Baru.

Rehabilitasi Pustu Kayu Menang menjadi salah satu bentuk pemanfaatan TKD untuk mendukung pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana sekaligus mempercepat realisasi anggaran di Kabupaten Aceh Singkil.

Dari total alokasi TKD sebesar Rp21,4 miliar, anggaran rehabilitasi Pustu Kayu Menang sebesar Rp400 juta atau sekitar 1,87 persen. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI