Minggu, 11 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Sorot Aceh Barat: Dana Bencana Dikebut, Residivis Sabu Dibekuk

Sorot Aceh Barat: Dana Bencana Dikebut, Residivis Sabu Dibekuk

Sabtu, 10 Oktober 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Rangkaian pemberitaan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Kolase Dialeksis

DIALEKSIS.COM | Aceh Barat - Percepatan pemulihan pascabencana hingga penangkapan dua residivis narkotika mewarnai pemberitaan Kabupaten Aceh Barat. Di tengah agenda tersebut, upaya mencegah pernikahan anak dan membuka pasar bagi usaha kuliner lokal juga mendapat perhatian.

Rangkuman pemberitaan yang ditelusuri Dialeksis memperlihatkan beragam pekerjaan daerah: memastikan anggaran pemulihan segera dirasakan masyarakat, memperkuat perlindungan keluarga, serta menyediakan ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil.

Pada sektor pemulihan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tuntas pada awal Desember 2026. Target itu dituangkan dalam berita acara bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Mengacu pada pemberitaan detikNews, posisi realisasi per 30 September 2026 mencapai Rp28,56 miliar atau 41,93 persen dari pagu Rp68,12 miliar. Angka tersebut merupakan catatan akhir September, bukan pembaruan realisasi Oktober.

Anggaran itu diperuntukkan bagi sejumlah kebutuhan, mulai dari infrastruktur, perumahan, mitigasi bencana, kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pemulihan sosial dan ekonomi. Komitmen percepatan mencakup pelaksanaan kegiatan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan transparan.

Dari bidang keamanan, polisi mengungkap dua kasus dugaan peredaran sabu dalam rentang sekitar satu jam di Desa Kota Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (8/10/2026). Dua pria yang menurut kepolisian merupakan residivis kasus narkotika kembali diamankan.

Penindakan pertama dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB terhadap SA (34). Polisi menemukan 10 paket diduga sabu dengan berat bruto 16,38 gram. Sekitar pukul 16.00 WIB, pengembangan perkara mengarah kepada SF (39). Dari penangkapan dan penggeledahan lanjutan, petugas menyita barang bukti dengan berat bruto keseluruhan 48,2 gram.

Total barang bukti dari kedua penindakan mencapai 64,58 gram bruto. Kasat Resnarkoba Polres Aceh Barat IPTU Bagus Erdyantoro, dalam keterangan yang diberitakan Krusial, menyebut informasi masyarakat membantu pengungkapan tersebut. Kedua pria diamankan untuk proses hukum lebih lanjut, sementara polisi menelusuri sumber perolehan sabu.

Sementara itu, penguatan perlindungan anak dilakukan melalui edukasi di tingkat gampong. Bunda Inklusi Aceh Barat, Ny Safwani Khairul Azhar, mengajak keuchik dan pengurus Majelis Taklim memperluas pemahaman masyarakat mengenai pencegahan pernikahan anak.

Laman Kementerian Agama Aceh memberitakan kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Meureubo, Kamis (8/10/2026). Selain pernikahan usia dini, pembahasan mencakup pernikahan yang tidak tercatat serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam mempersiapkan masa depan anak.

Safwani berharap peserta meneruskan edukasi kepada warga di gampong masing-masing. Majelis Taklim juga diharapkan memperkuat perannya sebagai tempat pembinaan keluarga dan pendidikan keagamaan.

Pada sektor ekonomi, pengembangan pemasaran digital kuliner menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan UMKM. Dukungan Pemkab Aceh Barat terhadap “Yuk Makan”, aplikasi yang dikembangkan tim Agriconnect.Click dari Universitas Teuku Umar, telah diberitakan sejak Agustus 2026.

Menurut pemberitaan Atjeh Watch, Bupati Aceh Barat Tarmizi menyampaikan dukungan berupa ruang promosi dalam agenda pemerintah daerah ketika menerima tim pengembang pada 7 Agustus 2026.

Aplikasi tersebut disiapkan untuk memperkenalkan dan memasarkan aneka produk, mulai dari panganan tradisional, kue, makanan ringan, hingga olahan hasil pertanian. Ketua tim, Cut Fitri Warahmah, menjelaskan bahwa pengembangannya diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet pelaku usaha kuliner.

Dukungan itu membuka peluang kolaborasi kampus dan pemerintah daerah dalam membantu pedagang memanfaatkan pemasaran digital, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Aceh Barat kepada pasar yang lebih luas. [Rangkuman Dialeksis]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI