Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UIN Ar-Raniry dan ITS Pasang IPAM Portabel untuk Korban Banjir di Bireuen

UIN Ar-Raniry dan ITS Pasang IPAM Portabel untuk Korban Banjir di Bireuen

Sabtu, 14 Februari 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

UIN Ar-Raniry dan ITS Pasang IPAM Portabel untuk Korban Banjir di Bireuen. Foto: for Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Bireuen - UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memasang satu unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) portabel bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan yang digagas Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Ar-Raniry bersama Program Studi Teknik Lingkungan itu berlangsung pada 12 Februari 2026. Tim menyerahkan sekaligus memasang unit IPAM di area Meunasah Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah. 

Ketua Tim Distribusi IPAM, Ir. Muhammad Haikal, M.Sc., menjelaskan alat tersebut dirancang untuk mengolah air baku menjadi air minum melalui kombinasi teknologi media filter, Reverse Osmosis (RO) membrane, dan sinar ultraviolet (UV). Sumber air yang digunakan berasal dari sumur bor komunal setempat.

“Keunggulan alat ini terletak pada sistem automatic pump pada tangki penampungan. Jika level air rendah, pompa media filter akan otomatis bekerja untuk menyuplai air bersih. Kapasitas produksinya mencapai 100 liter per jam atau sekitar 2,4 meter kubik per hari,” ujarnya.

Ketua PSLH UIN Ar-Raniry, Dr. Ir. Juliansyah Harahap, mengatakan penentuan Gampong Kubu sebagai lokasi pemasangan merupakan hasil survei Tim Tanggap Bencana PSLH yang telah beberapa kali turun ke sejumlah kecamatan terdampak di sepanjang Krueng Peusangan.

Menurutnya, kondisi geografis Gampong Kubu yang dikelilingi Krueng Peusangan menyebabkan wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah saat banjir. Selain itu, kebutuhan air minum layak masih sangat mendesak untuk mendukung operasional dapur umum warga yang diperkirakan tetap berjalan hingga bulan Ramadhan.

“Gampong ini masih sangat membutuhkan instalasi pengolahan air minum untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air minum yang aman dan layak,” kata Juliansyah.

Ia menambahkan, unit IPAM yang dipasang bersifat portabel sehingga dapat dipindahkan ke titik lain di wilayah gampong sesuai kebutuhan. Dengan demikian, kebermanfaatannya diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan darurat pascabencana, tetapi juga dapat digunakan kembali apabila terjadi situasi kedaruratan di masa mendatang.

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi kedua perguruan tinggi tersebut, program ini diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pembelajaran dan riset di bidang pengelolaan air minum berkelanjutan.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI