DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Antusiasme masyarakat untuk melangsungkan akad pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman terus menunjukkan tren positif.
Masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu masih menjadi salah satu lokasi favorit pasangan untuk mengikat janji suci pernikahan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Tgk Iskandar AS, mengatakan tingginya minat masyarakat dapat dilihat dari cepatnya pemesanan jadwal pernikahan pada tanggal-tanggal tertentu.
Bahkan, sejumlah tanggal yang dianggap cantik serta bulan-bulan favorit pernikahan biasanya langsung penuh dipesan jauh hari sebelumnya.
“Minat masyarakat untuk menikah di Masjid Raya Baiturrahman memang masih sangat tinggi. Biasanya kalau ada tanggal cantik atau bulan favorit pernikahan, slotnya cepat sekali penuh,” kata Iskandar kepada Dialeksis.com, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang bulan Syawal tahun ini tercatat sebanyak 50 pasangan yang melangsungkan akad nikah di Masjid Raya Baiturrahman. Jumlah tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Untuk bulan Syawal tahun lalu, tahun 2025, ada 75 pasangan yang melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman. Tahun ini ada penurunan sekitar 25 pasangan,” jelasnya.
Meski demikian, menurut Iskandar, penurunan jumlah pernikahan di bulan Syawal tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya minat masyarakat. Justru setelah perayaan Idulfitri, jumlah pasangan yang mendaftar untuk menikah di masjid tersebut kembali meningkat signifikan.
“Kalau kita lihat setelah Idulfitri, justru ada peningkatan sekitar 80 persen dalam pemesanan jadwal pernikahan,” ujarnya.
Iskandar juga menjelaskan bahwa pihak pengelola masjid telah mengatur jadwal pernikahan secara sistematis agar seluruh prosesi dapat berlangsung tertib dan khidmat. Dalam satu hari, biasanya tersedia empat sesi pernikahan, kecuali pada hari Jumat yang hanya dibuka tiga sesi.
“Dalam sehari ada empat sesi pernikahan, kecuali hari Jumat hanya tiga sesi. Ini untuk menyesuaikan dengan waktu ibadah Jumat dan aktivitas masjid lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun sejumlah tanggal favorit sudah dipenuhi pemesanan, masyarakat yang ingin menikah di Masjid Raya Baiturrahman masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan jadwal pada waktu lainnya.
“Masih ada tanggal dan bulan yang slotnya kosong. Jadi masyarakat yang ingin melangsungkan akad nikah di sini masih bisa melakukan pemesanan,” ujarnya.
Adapun untuk tahun ini, periode yang paling banyak dipilih pasangan untuk melangsungkan akad nikah berlangsung pada rentang 26 Maret hingga 18 April. Pada rentang waktu tersebut, permintaan jadwal pernikahan tercatat paling tinggi dibandingkan periode lainnya.
Menurut Iskandar, popularitas Masjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi akad nikah tidak lepas dari nilai historis, religius, dan arsitektur masjid yang menjadi ikon Aceh.
“Banyak pasangan yang memang memiliki keinginan khusus untuk menikah di Masjid Raya Baiturrahman karena nilai sejarah dan kebanggaan masyarakat Aceh terhadap masjid ini,” tuturnya.[nh]