Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Wisata Aceh Tetap Tumbuh Pascabencana, Kunjungan Turis Asing Naik 22 Persen

Wisata Aceh Tetap Tumbuh Pascabencana, Kunjungan Turis Asing Naik 22 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kunjungan wisatawan di areal Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pascabencana yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025, sektor pariwisata Aceh tetap menunjukkan geliat positif. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mencatat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara masih mengalami pertumbuhan secara tahunan seiring kuatnya daya tarik destinasi wisata di provinsi tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, mengatakan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan masih terjaga meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah kunjungan pada Maret 2026 dibanding bulan sebelumnya.

“Secara tahunan tren kunjungan wisatawan masih positif. Ini menunjukkan daya tarik Aceh tetap kuat di mata wisatawan,” kata Akmal Fajar, yang dilansir pada Sabtu (9/5/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh pada Maret 2026 mencapai 2.684 orang. Angka tersebut meningkat 22,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.192 kunjungan.

Namun, jika dibandingkan secara bulanan, jumlah wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mengalami penurunan tipis sebesar 1,18 persen dibanding Februari 2026.

Menurut Akmal, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar terus menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata melalui strategi promosi yang lebih adaptif dan terarah. Promosi dilakukan dengan memanfaatkan platform digital serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan komunitas.

“Kami mengoptimalkan berbagai media promosi agar informasi mengenai destinasi wisata di Aceh dapat tersampaikan secara luas dan akurat kepada calon wisatawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bencana yang terjadi di sejumlah daerah Aceh tidak berdampak pada seluruh destinasi wisata. Beberapa kawasan unggulan seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Singkil, dan Simeulue disebut tetap aman dan siap menerima kunjungan wisatawan.

Destinasi-destinasi tersebut kini menjadi prioritas promosi jangka pendek untuk menjaga arus kunjungan wisatawan ke Aceh.

Sementara itu, untuk kawasan wisata yang terdampak bencana, pemerintah daerah masih fokus melakukan rehabilitasi dan pemulihan agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan optimal.

Akmal menambahkan, proses pemulihan destinasi wisata juga diarahkan agar lebih berkelanjutan dan memiliki ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Selain itu, Disbudpar Aceh terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha pariwisata, influencer, dan media untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi di Aceh.

Pemerintah Aceh optimistis, melalui strategi promosi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI