DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah terus mendorong penguatan industri pesawat nirawak atau drone nasional sebagai salah satu sektor teknologi masa depan.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai pelaku industri kecil dan menengah (IKM) memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem drone nasional karena dinilai mampu menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan lokal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan industri drone dilakukan melalui berbagai program pembinaan, mulai dari peningkatan kapasitas teknologi hingga fasilitasi sertifikasi internasional agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.
“Industri drone merupakan sektor masa depan. Kemenperin hadir untuk memastikan pelaku IKM drone dapat tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” kata Agus, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Agus, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pembinaan industri drone melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Langkah tersebut mencakup perluasan akses pasar, perlindungan usaha, hingga pemberian fasilitas afirmatif bagi pelaku IKM. Ia menyebut, IKM memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), selama tiga tahun terakhir terdapat 15 unit usaha kecil dan dua unit usaha menengah di sektor drone yang mampu menyerap 218 tenaga kerja. Sementara secara keseluruhan, ekosistem industri drone nasional saat ini terdiri atas 29 unit usaha dengan total 853 tenaga kerja dan nilai investasi mencapai Rp7,17 miliar.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, Kemenperin tengah menjalankan program fasilitasi sertifikasi ISO 9001:2015 bagi IKM drone hingga Oktober 2026. Program tersebut meliputi pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen, audit internal, hingga audit eksternal.
“Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi agar memiliki standar kualitas produksi sesuai tuntutan pasar global,” ujar Reni.
Selain penguatan kualitas produk, Kemenperin juga membuka peluang pasar internasional melalui partisipasi pelaku IKM drone dalam ajang BRICS - Science and Innovation Incubation Park di Xiamen, China.
Forum tersebut dinilai menjadi pintu masuk potensial bagi produk drone nasional untuk menembus pasar negara anggota BRICS, termasuk Afrika Selatan. Pemerintah optimistis berbagai program pembinaan yang dijalankan dapat mendorong IKM drone Indonesia berkembang menjadi pemain strategis dalam industri teknologi global. [in]