Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda / Berita / Budi Azhari dalam Kenangan Sahabat, Sosok Baik yang Suka Membantu

Budi Azhari dalam Kenangan Sahabat, Sosok Baik yang Suka Membantu

Selasa, 13 Oktober 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Almarhum Dr. Budi Azhari, M.Pd. Dosen sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Foto; Desain AI/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Kepergian Budi Azhari meninggalkan duka bagi sahabat dan orang-orang yang mengenalnya. Dalam sejumlah testimoni yang dihimpun Dialeksis melalui Facebook, almarhum dikenang sebagai sosok baik, murah hati, suka memberi nasihat, dan ringan tangan membantu orang lain.

Kenangan itu hadir melalui cerita tentang dukungannya kepada anak-anak sekolah, kebiasaan membayari kopi dan makanan, hingga percakapan yang menguatkan sahabat. Masing-masing menyimpan pengalaman yang membekas bersama almarhum.

Ardhiyanto Ujung menyampaikan salam perpisahan kepada sosok yang ia panggil senior. Ia mengenang pertemuan mereka di Aceh Tamiang saat memberikan dukungan kepada anak-anak sekolah.

“Sosok yang baik dan suka memberi nasehat kepada adik-adiknya,” tulis Ardhiyanto dalam unggahannya.

Ia turut mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala kesalahan almarhum dan menempatkannya di surga.

Kesaksian serupa disampaikan Risman Rachman. Dalam ucapan perpisahannya, ia mengenang Budi sebagai pribadi yang baik.

“Kami menyaksikan bahwa dia adalah seorang yang baik,” tulis Risman, disertai doa agar almarhum memperoleh kebaikan dan tempat di surga.

Kenangan yang dekat dengan keseharian dituliskan Abzari Jafar. Ia mengingat cara Budi meminta bantuan dengan bahasa yang akrab dan tetap menghargai orang lain.

“Nyoe perle bantuan droe keuh siat,” demikian salah satu ungkapan almarhum yang membekas dalam ingatannya.

Abzari juga mengenang permintaan bantuan untuk membuat desain. Kata “tolong” dan “bantu” melekat dalam ingatannya tentang Budi, yang justru telah banyak membantunya tanpa diminta.

“Beliau selalu menggunakan kata tolong dan bantu padahal begitu banyak hal beliau bantu saya tanpa diminta,” tulis Abzari.

Ia mengingat kebaikan almarhum yang kerap membayari kopi dan makanan. Kebiasaan sederhana itu menjadi bagian dari kenangannya tentang sosok yang suka berbagi dan bersedekah.

Abzari turut menceritakan pertemuan terakhir mereka pada Kamis sebelumnya, di Solong Rumoh Aceh saat makan siang. Sapaan Budi dalam pertemuan tersebut kembali ia kenang melalui unggahan perpisahan, disertai doa agar almarhum husnul khatimah.

Sementara itu, Teuku Raja Muda D-Bentara membagikan kenangan setelah mengikuti prosesi pemakaman. Dalam unggahannya, ia menyebut foto yang dibagikan diabadikan setelah pemakaman Budi di Gampong Blang, Lambaro Angan, Aceh Besar.

“Saya dan kami semua yang hadir tadi bersaksi bahwa Pak Budi adalah orang baik,” tulisnya.

Ia mendoakan agar Allah SWT menempatkan almarhum di surga terbaik.

Bagi Aryos Nivada, kebersamaan dengan Budi meninggalkan kesan yang tertanam dalam. Ia mengenang kebaikan almarhum serta persahabatan yang diisi dengan diskusi, saling menguatkan pikiran, dan saling mengingatkan.

Dalam ingatan Aryos, Budi juga merupakan sosok yang selalu ceria. Percakapan dan kebersamaan semasa hidup menjadi kenangan yang membekas setelah kepergiannya.

Kedekatan mereka turut terikat oleh asal daerah yang sama, Aceh Tamiang. Karena itu, kepergian Budi juga dirasakan Aryos sebagai kehilangan bagi sesama anak Tamiang.

“Kami selaku anak Tamiang merasa kehilangan putra terbaik Tamiang,” ungkap Aryos.

Beragam testimoni tersebut memperlihatkan bagaimana Budi dikenang melalui bantuan yang diberikan, nasihat yang disampaikan, serta persahabatan yang dijaga. Doa agar almarhum diampuni dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT mengiringi ucapan perpisahan dari orang-orang yang mengenalnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI