DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pergerakan masyarakat Aceh selama periode mudik Lebaran Idulfitri 2026 yang berlangsung pada 14-27 Maret 2026 menunjukkan tren peningkatan, terutama pada moda transportasi darat dan udara. Data ini mengindikasikan tingginya antusiasme warga untuk pulang kampung dan bersilaturahmi.
Transportasi Darat
Berdasarkan rekapitulasi data Dinas Perhubungan Aceh (Dishub Aceh), jumlah penumpang transportasi darat tercatat meningkat 13,4 persen menjadi 105.828 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data ini dihimpun dari sejumlah terminal utama, antara lain Terminal Tipe A Batoh Banda Aceh, Lhokseumawe, Paya Ilang Aceh Tengah, Langsa, dan Meulaboh, serta terminal tipe B di berbagai kabupaten/kota seperti Sigli, Aceh Tamiang, hingga Bireuen dan Aceh Singkil.
Puncak arus mudik untuk moda darat terjadi pada 17 Maret 2026 dengan jumlah pergerakan mencapai 9.285 orang dalam sehari.
Transportasi Udara
Sementara itu, moda transportasi udara juga mengalami peningkatan sebesar 2,4 persen dengan total penumpang mencapai 40.887 orang. Pergerakan ini tercatat di sejumlah bandara, termasuk Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar, Malikussaleh di Lhokseumawe, hingga bandara perintis seperti Rembele Bener Meriah dan Lasikin Simeulue.
Untuk moda udara, puncak pergerakan terjadi lebih awal, yakni pada 14 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 3.071 orang.
Transportasi LautDi sisi lain, moda transportasi laut dan penyeberangan mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen dengan total penumpang 65.703 orang. Data ini berasal dari sejumlah pelabuhan seperti Ulee Lheue Banda Aceh, Balohan Sabang, hingga pelabuhan di wilayah kepulauan seperti Simeulue dan Pulau Banyak di Aceh Singkil.
Meski secara total menurun, pergerakan tertinggi moda laut justru terjadi pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 7.414 orang.
Tol Sibanceh
Lonjakan mobilitas juga terlihat pada penggunaan kendaraan pribadi, khususnya di ruas tol Sigli - Banda Aceh (SiBanceh). Selama periode mudik, volume kendaraan meningkat tajam sebesar 30,7 persen dengan total mencapai 181.518 unit kendaraan.
Puncak arus kendaraan di tol ini terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah 18.058 kendaraan melintas dalam sehari. Sementara itu, Gerbang Tol Padang Tiji menjadi titik terpadat dengan total 67.621 kendaraan selama periode mudik.
Kenaikan signifikan ini tidak terlepas dari beroperasinya pintu tol Padang Tiji yang mempercepat konektivitas antarwilayah, sehingga mendorong masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi, khususnya jalan tol, memainkan peran penting dalam mendukung kelancaran arus mudik di Aceh. Di sisi lain, preferensi masyarakat yang cenderung beralih ke moda darat dan udara menjadi indikator perubahan pola perjalanan selama musim Lebaran. [ra]