Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Siaga Perang, Fasilitas Nuklir Diperkuat dan Bersiap Hadapi Serangan Baru AS

Iran Siaga Perang, Fasilitas Nuklir Diperkuat dan Bersiap Hadapi Serangan Baru AS

Selasa, 13 Oktober 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Iran, bendera Iran. [Foto: Shutterstock]


DIALEKSIS.COM | Teheran - Iran dilaporkan memperkuat kemampuan militernya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan baru dari Amerika Serikat (AS) setelah pemilihan umum paruh waktu pada 3 November 2026.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Selasa (13/10/2026), Iran memperkuat pertahanan di sekitar lokasi-lokasi sensitif, termasuk fasilitas nuklir. Teheran juga memperingatkan sejumlah pejabat regional bahwa setiap serangan baru AS akan dibalas dengan tindakan militer di berbagai wilayah Timur Tengah.

Selain memperkuat pertahanan, pemerintah Iran disebut mulai mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan perang. Upaya tersebut dilakukan melalui demonstrasi, pengerahan pasukan paramiliter untuk membacakan kisah perang kepada anak-anak, serta promosi pelatihan penembakan rudal pertahanan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pasukan Amerika tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November. Pemerintah Iran maupun AS belum memberikan tanggapan atas laporan WSJ tersebut.

Houthi Serang Riyadh

Di tengah meningkatnya ketegangan, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang mengarah ke Riyadh pada Senin. Menurut Reuters, kelompok Houthi yang didukung Iran telah meningkatkan serangan terhadap ibu kota Arab Saudi sejak pekan sebelumnya, termasuk menyasar fasilitas energi dan bandara.

Salah satu serangan terhadap bandara dilaporkan menimbulkan korban jiwa, termasuk seorang pilot maskapai Saudi, Saudia. Penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh juga diperpanjang hingga Sabtu. Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) turut mengimbau maskapai agar berhati-hati saat melintasi atau mendekati wilayah Arab Saudi.

Inggris Soroti Dugaan Ancaman Iran

Ketegangan juga merembet ke Inggris. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan kepada parlemen pada Senin bahwa upaya serangan terhadap pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford hampir pasti diarahkan oleh Garda Revolusi Islam Iran.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband telah memanggil duta besar Iran untuk menegaskan bahwa Inggris tidak akan menoleransi ancaman di wilayahnya. Polisi Inggris sebelumnya menangkap lima pria pada 27 September atas dugaan tindak pidana terorisme terkait ancaman terhadap pangkalan tersebut.

RAF Fairford pernah digunakan Angkatan Udara AS untuk menyerang lokasi rudal Iran. Menanggapi ancaman tersebut, Trump mengatakan AS telah memindahkan seluruh pesawat pengebom jarak jauhnya dari Inggris. [ct-cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI