Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Korea Utara Siapkan Senjata Jarak Jauh Baru dan Kapal Perusak Pertama

Korea Utara Siapkan Senjata Jarak Jauh Baru dan Kapal Perusak Pertama

Jum`at, 08 Mei 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tengah, mengunjungi kapal perusak Choe Hyon untuk meninjau kemampuan manuvernya di lepas pantai barat Korea Utara pada hari Kamis (7/5/2026). [Foto: Korean Central News Agency / Korea News Service via AP]


DIALEKSIS.COM | Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan akan mengerahkan sistem artileri jarak jauh baru yang mampu menjangkau wilayah ibu kota Korea Selatan pada tahun ini. Pyongyang juga memastikan kapal perusak angkatan laut pertamanya akan mulai ditugaskan dalam beberapa pekan mendatang.

Media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau langsung produksi meriam swa-gerak kaliber 155 mm di sebuah pabrik amunisi pada Rabu (6/5/2026). Sistem artileri tersebut disebut memiliki daya jangkau lebih dari 60 kilometer dan akan ditempatkan di unit militer dekat perbatasan Korea Selatan.

“Perluasan jangkauan serang yang cepat dan peningkatan kemampuan serang yang luar biasa akan memberikan perubahan dan keuntungan besar dalam operasi darat tentara kita,” kata Kim seperti dikutip KCNA.

Selain artileri baru, Kim juga menyebut berbagai sistem rudal taktis dan peluncur roket multi-laras akan ditempatkan di sepanjang wilayah perbatasan. Langkah itu dipandang sebagai upaya terbaru Pyongyang memperkuat tekanan militer terhadap Seoul di tengah hubungan antar-Korea yang terus memburuk.

Ancaman Korea Utara dinilai serius karena Seoul berada hanya sekitar 40 hingga 50 kilometer dari perbatasan kedua negara. Selama ini Korea Utara telah menempatkan ribuan sistem artileri di dekat zona demiliterisasi yang dapat mengancam wilayah metropolitan Korea Selatan dengan populasi lebih dari 10 juta penduduk.

Di saat bersamaan, Kim juga meninjau kapal perusak Choe Hyon, kapal perang terbesar dan tercanggih yang pernah dimiliki Korea Utara. KCNA melaporkan Kim memerintahkan kapal tersebut resmi diserahkan kepada angkatan laut pada pertengahan Juni setelah seluruh uji coba dinilai berjalan sukses.

Kemunculan putri remaja Kim dalam inspeksi militer itu turut menjadi sorotan. Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan putri Kim berdiri di belakang ayahnya saat berbicara kepada awak kapal dan ikut makan bersama para pelaut. Intelijen Korea Selatan sebelumnya menyebut putri Kim berpotensi menjadi penerus kepemimpinan rezim di masa depan.

Penguatan militer Korea Utara terjadi hanya beberapa hari setelah Seoul mengungkap konstitusi baru Pyongyang telah menghapus seluruh referensi mengenai penyatuan Korea. Perubahan itu menegaskan sikap keras Kim yang kini mendefinisikan Korea Selatan sebagai “musuh permanen” dan mengakhiri gagasan lama penyatuan damai Semenanjung Korea.

Hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat terus memburuk sejak diplomasi nuklir antara Kim dan Presiden AS Donald Trump gagal mencapai kesepakatan pada 2019. Sejak saat itu, Pyongyang lebih fokus memperluas program rudal dan persenjataan nuklirnya sambil menolak kembali ke meja perundingan. [hjk-kth-AP/abcnews]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI