DIALEKSIS.COM | Internasional - Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan selamat dari dua serangan yang dituding dilakukan oleh United States dan Israel satu terjadi di rumah keluarga mantan pemimpin Ali Khamenei, dan satu lagi menarget rumah sakit tempat Mojtaba sempat dirawat. Klaim itu disampaikan anggota parlemen Mohammadreza Rezaei Kouchi, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita negara IRNA dan dikutip oleh Iran International.
Menurut laporan, Rezaei Kouchi menyatakan Mojtaba berada di rumah keluarga saat serangan pertama berlangsung dan “lolos dari pembunuhan.” Pernyataan tersebut menambah teks kabar yang sejak awal bulan memunculkan sejumlah versi tentang kondisi fisik pemimpin baru itu ada laporan yang menyebut ia terluka, namun juga ada pernyataan resmi yang berupaya meredam spekulasi.
Beberapa media luar negeri, yang mengutip pejabat dan sumber intelijen, melaporkan Mojtaba memang mengalami luka pada hari pertama serangan gabungan laporan yang awalnya diberitakan oleh media Amerika Serikat dan kemudian dibawa oleh outlet lain. Tetapi keluarga dekat dan beberapa pejabat pemerintahan Iran menegaskan Mojtaba “selamat dan sehat”, termasuk pernyataan dari putra presiden yang menyebut telah mendapat kabar dari “teman-teman yang tahu masalah itu.”
Di Washington, Presiden Donald Trump mengatakan ia berpendapat Mojtaba kemungkinan masih hidup namun “terluka” ” komentar yang memicu perdebatan dan semakin memperuncing spekulasi tentang kondisi pemimpin Iran tersebut. Pernyataan AS dan klaim-klaim lain soal kondisi Mojtaba belum bisa diverifikasi secara independen.
Bagaimana konteksnya? Mojtaba baru saja dipilih Majelis Ahli untuk menggantikan ayahnya setelah serangkaian serangan awal yang juga menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei. Proses suksesi, klaim luka dan penyangkalan resmi membuat situasi politik di Teheran dan reaksi internasional tetap penuh ketidakpastian.