Rabu, 30 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Perang Dagang Memanas, AS Blokir Produk Kanada Senilai US$967 Juta

Perang Dagang Memanas, AS Blokir Produk Kanada Senilai US$967 Juta

Rabu, 30 September 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bendera AS dan Kanada berkibar di perbatasan Kanada-Amerika Serikat. [Foto: Reuters/Lars Hagberg/am]


DIALEKSIS.COM | AS - Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan larangan impor sejumlah produk dari Kanada. Kebijakan ini menambah eskalasi perang dagang antara dua negara yang selama ini menjadi sekutu dekat.

Mengutip dokumen Gedung Putih, produk yang terkena larangan antara lain minuman beralkohol, sepeda motor, moped, serta sejumlah produk makanan yang mengandung whey. Molase dan bir non-alkohol juga masuk dalam daftar.

Direktur Kebijakan Perdagangan American Action Forum Jacob Jensen menyebut nilai impor tahunan produk yang terdampak mencapai US$967 juta atau sekitar Rp15 triliun.

Hampir 90% dari nilai tersebut berasal dari produk minuman beralkohol. Jenis yang terdampak mencakup bir, wine, wiski, vodka, rum, dan brendi.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah sejumlah provinsi di Kanada menarik produk minuman beralkohol buatan AS dari rak toko. Langkah itu berdampak pada penjualan produsen minuman Amerika.

Kelompok perdagangan minuman beralkohol AS, Toasts Not Tariffs, mengkritik kebijakan tersebut. Mereka menilai larangan impor justru dapat semakin merugikan produsen, restoran, bar, pengecer, dan konsumen di AS.

Meski demikian, nilai produk yang terkena larangan hanya sebagian kecil dari total impor AS dari Kanada. Data USTR mencatat AS mengimpor barang senilai sekitar US$381 miliar dari Kanada pada 2025. Artinya, produk yang terdampak larangan hanya sekitar 0,2%.

Perang dagang AS-Kanada semakin memanas setelah kedua negara saling memberlakukan tarif. Kanada sebelumnya mengenakan tarif balasan terhadap produk AS senilai sekitar US$20 miliar.

Menurut USTR, barang yang terdampak tarif dari kedua negara mencakup sekitar 4,5% dari total perdagangan tahunan AS-Kanada.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali menuding Kanada menghambat akses produk Amerika ke pasarnya. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut tarif balasan diperlukan untuk melindungi pekerja, perusahaan, dan perekonomian Kanada. [mz/abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI