Kamis, 09 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / PM India Janji Restorasi Candi Prambanan Rampung Sebelum 2029

PM India Janji Restorasi Candi Prambanan Rampung Sebelum 2029

Kamis, 09 Juli 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Momen Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi saat meresmikan revitalisasi Candi Prambanan. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.


DIALEKSIS.COM | Yogyakarta - Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan komitmen Pemerintah India untuk mendukung percepatan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta. Ia berjanji proyek konservasi dan restorasi salah satu warisan budaya dunia itu rampung sebelum 2029.


Komitmen tersebut disampaikan Modi saat menghadiri peresmian dimulainya proyek konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, Modi mengatakan Presiden Prabowo Subianto secara langsung memintanya agar pekerjaan restorasi tersebut dapat selesai sebelum 2029.


“Hari ini sahabat saya Presiden Prabowo juga meminta saya berjanji bahwa pekerjaan ini harus selesai sebelum 2029 dan saya harus kembali lagi ke Indonesia untuk meresmikan kompleks candi ini setelah restorasi selesai,” kata Modi.


Modi menyatakan janji tersebut kembali ia tegaskan di hadapan para tamu undangan. Menurut dia, dengan kerja sama yang kuat antara Indonesia dan India, restorasi Prambanan dapat diselesaikan lebih cepat dari target.


“Di hadapan Anda semua, saya kembali menegaskan janji itu. Dengan upaya bersama, kita akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum 2029 dan merayakan peresmian hasil restorasi ini sebagai sebuah perayaan besar,” ujarnya.


Modi menilai restorasi Candi Prambanan bukan sekadar pekerjaan teknis memperbaiki bangunan bersejarah. Lebih dari itu, proyek ini menjadi simbol penting hubungan budaya Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari 1.200 tahun.


Menurutnya, Candi Prambanan merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan kebudayaan sangat kuat. Kompleks candi tersebut, kata Modi, menjadi penghubung peradaban antara kedua bangsa.


“Di Yogyakarta, kita sedang memulai pekerjaan renovasi kompleks candi yang megah ini. Saya yakin setelah upaya restorasi bersama ini, jumlah wisatawan dan peziarah dari India akan meningkat sangat pesat pada masa mendatang,” kata Modi.


Ia menyebut suasana kebudayaan di Indonesia terasa sangat dekat dengan India. Warisan budaya yang masih hidup dan dijaga masyarakat Indonesia selama berabad-abad, menurutnya, menjadi bukti kuat adanya kedekatan historis antara kedua negara.


“Warisan budaya negeri ini mengingatkan kami pada warisan budaya yang kami miliki di India. Warisan budaya itulah yang menyatukan kedua bangsa kita, dan selama lebih dari 1.200 tahun masyarakat di negeri ini telah menjaganya dengan komitmen, ketekunan, dan pengabdian,” ujar Modi.


Modi juga mengaku merasakan kedekatan spiritual saat berada di kawasan Candi Prambanan. Ia menyebut lantunan Mahamrityunjaya Mantra serta ucapan “Om Namah Shivaya” yang terdengar di kompleks candi sebagai penanda kuatnya hubungan budaya dan spiritual antara Indonesia dan India.


Selain menegaskan komitmen India, Modi turut memuji perencanaan restorasi yang disusun Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Prabowo memiliki pendekatan strategis dalam merancang pekerjaan besar tersebut.


“Presiden Prabowo adalah seorang prajurit, sehingga beliau memahami bagaimana menyusun sebuah perencanaan. Ketika beliau merancang restorasi ini, ada strategi yang jelas. Dengan perencanaan itu, saya yakin pekerjaan restorasi akan selesai lebih cepat dari target,” kata Modi.


Restorasi Kompleks Candi Prambanan diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian warisan budaya dunia, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi kerja sama Indonesia dan India di bidang kebudayaan, pariwisata, spiritualitas, serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.


Dengan proyek tersebut, Prambanan diproyeksikan semakin menjadi magnet wisata budaya internasional, sekaligus simbol hubungan historis Indonesia-India yang terus diperkuat melalui diplomasi kebudayaan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI