Jum`at, 12 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Uni Eropa Perintahkan Meta Buka Akses WhatsApp bagi Chatbot AI Pesaing

Uni Eropa Perintahkan Meta Buka Akses WhatsApp bagi Chatbot AI Pesaing

Kamis, 11 Juni 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. Uni Eropa Perintahkan Meta Buka Akses WhatsApp bagi Chatbot AI Pesaing. [Foto: Algi Febri Sugita/SOPA Images/LightRocket via Getty Images]


DIALEKSIS.COM | London - Regulator Uni Eropa pada Selasa (9/6/2026) memerintahkan Meta Platforms untuk memulihkan akses WhatsApp bagi pengembang chatbot kecerdasan buatan (AI) pesaing, sambil menunggu selesainya penyelidikan antimonopoli terhadap perusahaan tersebut.

Komisi Eropa, lembaga eksekutif Uni Eropa yang juga bertindak sebagai pengawas utama persaingan usaha, mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi kerugian terhadap persaingan di pasar asisten AI yang berkembang pesat.

Komisi menerapkan apa yang disebut sebagai “langkah sementara” selama investigasi berlangsung. Regulator menilai kebijakan AI WhatsApp berpotensi melanggar aturan persaingan Uni Eropa karena diduga menghalangi perusahaan AI lain menawarkan layanan asisten virtual mereka melalui platform tersebut.

Meta menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan itu.

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan Komisi Eropa pada dasarnya mengharuskan Meta memberikan akses gratis ke layanan WhatsApp Business kepada OpenAI dan sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya.

“Ini merupakan pelanggaran regulasi yang disubsidi oleh banyak perusahaan Eropa yang membayar untuk layanan tersebut,” kata Meta.

Brussels selama ini menghadapi kritik karena penyelidikan antimonopoli terhadap perusahaan teknologi besar sering memakan waktu bertahun-tahun. Karena itu, regulator sesekali menggunakan perintah sementara untuk mencegah dugaan pelanggaran pasar terus berlangsung selama proses investigasi.

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa yang membidangi persaingan usaha, Teresa Ribera, mengatakan pasar AI berkembang sangat cepat dan asisten AI diperkirakan akan menjadi salah satu cara utama masyarakat Eropa mengakses teknologi tersebut.

“Ketika kerugian dapat terjadi dengan cepat dan ada risiko perusahaan-perusahaan tersingkir dari pasar, kami perlu menggunakan instrumen yang kami miliki,” kata Ribera kepada wartawan di Brussels.

Penyelidikan terhadap Meta dimulai tahun lalu setelah Uni Eropa menelaah syarat dan ketentuan baru bagi pelanggan bisnis WhatsApp yang menggunakan asisten AI untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Regulator khawatir aturan tersebut membatasi kemampuan perusahaan AI pihak ketiga untuk menawarkan layanan mereka di WhatsApp, sehingga hanya chatbot milik Meta yang tersedia bagi pengguna platform tersebut.

Meta sebelumnya berupaya menyelesaikan persoalan itu dengan mengenakan biaya akses kepada para pesaing. Namun, menurut Komisi Eropa, biaya yang ditawarkan terlalu tinggi dan tidak layak secara ekonomi bagi perusahaan lain.

Ribera mengatakan tarif yang ditetapkan Meta membuat pesaing sulit bertahan, meskipun ia tidak merinci besaran biaya tersebut.

Perintah sementara Komisi Eropa akan berlaku hingga Juni 2029 atau sampai investigasi selesai. Jika Meta tidak mematuhinya, perusahaan dapat dikenai denda hingga 10 persen dari pendapatan tahunannya. [kc-AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI