Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Dekat Singapura dan Malaysia, Sentra Fesyen Bintan Bidik Pasar Ekspor

Dekat Singapura dan Malaysia, Sentra Fesyen Bintan Bidik Pasar Ekspor

Selasa, 27 Januari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Peresmian Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Riau - Pemerintah terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) fesyen nasional dengan mengembangkan sentra produksi berbasis potensi daerah. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui peresmian Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung ekspansi pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan sentra IKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri fesyen yang berkelanjutan. Sentra tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk pelaku usaha lokal agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menperin, Selasa (27/1/2026).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita menjelaskan, Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam dirancang sebagai rumah produksi bersama bagi pelaku IKM. Fasilitas ini dilengkapi mesin dan peralatan modern, sekaligus menjadi pusat peningkatan kompetensi melalui pelatihan teknis dan penguatan manajemen usaha.

Keunggulan sentra ini terletak pada lokasinya yang berada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam, sehingga memberikan fasilitas bea ekspor dan impor nol persen. Selain itu, kedekatan geografis dengan negara tujuan ekspor seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina dinilai dapat menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi produk fesyen ke pasar regional.

Dukungan terhadap pengembangan sentra ini dilakukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada tahun anggaran 2024 dan 2025, serta DAK nonfisik pada 2025 untuk penguatan kelembagaan pengelola. Pemerintah daerah juga dilibatkan secara aktif guna memastikan keberlanjutan operasional sentra.

Kementerian Perindustrian berharap, Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam dapat menjadi penghubung pelaku IKM dengan rantai pasok industri besar di kawasan industri sekitar. Dengan demikian, sentra ini tidak hanya mendorong peningkatan daya saing produk fesyen lokal, tetapi juga membuka peluang kemitraan dan penciptaan lapangan kerja baru di daerah. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI