Senin, 15 Juni 2026
Beranda / Ekonomi / Dorong Hilirisasi Kelapa Terpadu, Bupati Aceh Jaya: Lahan Adat dan Masyarakat Jadi Prioritas

Dorong Hilirisasi Kelapa Terpadu, Bupati Aceh Jaya: Lahan Adat dan Masyarakat Jadi Prioritas

Minggu, 14 Juni 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Aceh Jaya Safwandi saat menghadiri pertemuan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh Safuadi di Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Aceh, Jumat (12/6/2026). [Foto: Prokopim AJ]


DIALEKSIS.COM | Calang - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan kawasan agroindustri kelapa terpadu dan industri hilirisasi kelapa yang diproyeksikan menjadi salah satu investasi strategis di wilayah pesisir kabupaten tersebut.

Dukungan itu disampaikan Bupati Aceh Jaya Safwandi saat menghadiri pertemuan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh Safuadi di Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Aceh, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pengembangan kawasan perkebunan kelapa terpadu seluas sekitar 1.500 hektare yang terintegrasi dengan industri pengolahan berbagai produk turunan kelapa.

Berdasarkan paparan tim penyusun prospektus investasi, proyek tersebut dirancang menggunakan konsep zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian kelapa menjadi produk bernilai tambah, mulai dari santan kemasan, virgin coconut oil (VCO), cocofiber, cocopeat, gula semut, hingga arang tempurung.

Selain meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja langsung dan sekitar 3.500 pekerjaan tidak langsung. Kehadiran kawasan industri tersebut juga dinilai dapat memperkuat posisi Aceh Jaya sebagai salah satu sentra agroindustri berbasis kelapa di Aceh.

Safwandi mengatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan komoditas kelapa dan industri hilir yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia menegaskan investasi harus tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan memperhatikan status lahan yang akan digunakan.

"Kami sangat sependapat dengan pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi di Aceh Jaya. Namun tanah yang ditawarkan merupakan tanah adat yang harus memberikan manfaat bagi pemberdayaan mukim dan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan juga perlu memanfaatkan lahan milik masyarakat agar dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga," kata Safwandi.

Menurut dia, pengembangan agroindustri kelapa memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang investasi baru di Aceh Jaya. Karena itu, setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek perlu dilakukan secara transparan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Safwandi menilai model hilirisasi yang mengintegrasikan sektor perkebunan dengan industri pengolahan dapat menjadi strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada penjualan komoditas primer.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap kajian investasi yang sedang disusun dapat menjadi landasan pengembangan kawasan agroindustri kelapa yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI