Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pengusaha Aceh Soroti Masuknya Ampon Bram ke Bursa Ketua DPD Demokrat Aceh

Pengusaha Aceh Soroti Masuknya Ampon Bram ke Bursa Ketua DPD Demokrat Aceh

Sabtu, 14 Februari 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

 Muhammad Mada, yang lebih akrab disapa Cek Mada bersama H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M. Foto: doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh “ Muhammad Mada, yang lebih akrab disapa Cek Mada selaku pengusaha di Aceh, memberikan komentar atas langkah H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M yang juga dikenal dengan sapaan Ampon Bram mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh.

Dalam pernyataannya, Cek Mada mengatakan bahwa masuknya Ampon Bram ke penjaringan menunjukkan dinamika positif dalam pembaruan kepemimpinan partai di wilayah Aceh. Menurutnya, keputusan mencalonkan diri harus dilihat dari dua aspek utama yakni kompetensi kepemimpinan dan komitmen terhadap kesejahteraan ekonomi lokal.

Ia menilai, latar belakang Ampon Bram sebagai mantan pengusaha serta pernah menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) membuatnya sangat memahami dinamika dan tantangan dunia usaha. 

“Beliau bukan orang baru dalam dunia bisnis. Pengalaman sebagai pengusaha dan pengurus Kadin tentu membentuk pemahaman yang kuat terhadap persoalan riil yang dihadapi para pelaku usaha, baik skala kecil maupun menengah,” ujar Cek Mada kepada Dialeksis saat diminta tanggapannya.

"Saya menilai kehadiran beliau bukan sekadar perpindahan posisi, tetapi menawarkan pengalaman manajerial yang jelas serta visi pembangunan ekonomi yang pragmatis. Di tengah tantangan pemulihan usaha mikro dan ketahanan pangan, kita butuh figur yang memahami kedua hal tersebut," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa rekam jejak secara kapasitas personal dan jaringan profesional calon menjadi alasan utama mengapresiasi langkah pencalonan itu. Dengan pengalaman tersebut, para pengusaha di Aceh, kata Cek Mada, berharap Ampon Bram dapat menjadi jembatan aspirasi dunia usaha di ranah kebijakan politik.

“Para pengusaha tentu berharap beliau mampu menampung dan memperjuangkan keluhan serta kebutuhan pelaku usaha, mulai dari akses permodalan, kemudahan regulasi, hingga perlindungan terhadap usaha lokal,” tegasnya.

Cek Mada juga menjelaskan sejumlah kriteria yang menurutnya penting bagi calon ketua DPD: kemampuan menyatukan beragam unsur partai, keberpihakan terhadap kebijakan pro-usaha kecil, serta keterbukaan terhadap dialog dengan pemangku kepentingan lokal.

"Bila calon dapat memperlihatkan komitmen nyata pada hal-hal tersebut, itu akan memperkaya opsi bagi internal partai," tambahnya.

Selain memaparkan alasan dukungan berbasis rekam jejak dan program, Cek Mada menekankan pentingnya proses demokratis internal partai. Ia mendorong agar mekanisme pemilihan berjalan transparan dan adil sehingga hasilnya mencerminkan pilihan kader dan pengurus.

Dalam tambahan komentarnya, Cek Mada mengusulkan agar para calon memaparkan rencana kerja konkret yang memprioritaskan penguatan usaha mikro dan usaha kecil menengah, program pelatihan keterampilan kewirausahaan, serta langkah-langkah peningkatan ketahanan pangan daerah. Ia juga menyarankan penyelenggaraan forum debat terbuka antarcalon yang melibatkan pelaku usaha lokal, akademisi, dan perwakilan masyarakat untuk menguji visi dan program secara lebih mendalam.

"Saya berharap proses penjaringan tidak hanya menjadi arena politik internal, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Kepemimpinan yang inklusif dan pro-bisnis kecil akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi lokal," tutup Cek Mada, pengusaha ternak dan makanan di Aceh.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI