Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Modal Asing Kabur Rp5,9 T

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Modal Asing Kabur Rp5,9 T

Sabtu, 24 Januari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah. [Foto: kompas.com]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah ditutup melemah pada level Rp16.880 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (22/1/2026), sebelum kembali menguat tipis pada pembukaan perdagangan Jumat pagi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pada Jumat pagi (23/1/2026) rupiah dibuka di level Rp16.850 per dolar AS.

“Bank Indonesia terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (24/1/2026).

Dari pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik ke 6,32% pada Kamis dan relatif stabil di 6,33% pada Jumat pagi. Sementara itu, yield US Treasury Note 10 tahun meningkat ke level 4,245%, meski indeks dolar AS (DXY) justru melemah ke 98,36.

Tekanan di pasar keuangan juga tercermin dari premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang naik menjadi 73,28 basis poin (bps) per 22 Januari 2026, dari sebelumnya 70,86 bps pada 15 Januari 2026.

Dari sisi aliran modal asing, BI mencatat pada periode 19-22 Januari 2026, investor nonresiden melakukan jual neto sebesar Rp5,96 triliun. Penjualan tersebut terdiri dari Rp2,67 triliun di pasar saham, Rp1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp1,85 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Namun secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga 22 Januari, nonresiden masih mencatatkan beli neto Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN, meski di sisi lain terjadi jual neto Rp2,67 triliun di SRBI.

“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” tegas Ramdan. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI