Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / SPBUN Diresmikan di Aceh Selatan, Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir

SPBUN Diresmikan di Aceh Selatan, Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir

Kamis, 30 April 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan SPBUN nelayan milik KNTI Aceh Selatan. (28/4/2026). Foto: Taufik Zass


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (28/4/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerataan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Peresmian SPBUN tersebut juga mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah digencarkan pemerintah.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, pembangunan SPBUN merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Program ini melibatkan sinergi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPH Migas, hingga Pertamina Patra Niaga.

“Tujuannya memberikan fasilitas solar bagi nelayan untuk melaut. Ini bagian dari implementasi program prioritas nasional,” ujar Ferry dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memperluas pembangunan SPBUN di sepanjang wilayah pesisir Indonesia guna menjawab kebutuhan nelayan.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan menyebutkan, pembangunan SPBUN merupakan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi prioritas Presiden.

Menurutnya, SPBUN tersebut dikelola oleh koperasi milik Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), sebagai bentuk kolaborasi antara program KNMP dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kami memastikan tata kelola berjalan baik melalui sinergi antar program dan lembaga,” jelas Didit.

Dari sisi pengawasan, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho menegaskan komitmen dalam memastikan distribusi BBM, khususnya subsidi, menjangkau wilayah terluar, termasuk Aceh Selatan.

“Distribusi energi harus merata hingga pelosok, agar dapat mendukung aktivitas nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto menambahkan, ketersediaan energi menjadi faktor penting dalam menopang sektor kelautan dan perikanan.

Ia menyebutkan, SPBUN di Aceh Selatan merupakan SPBU nelayan ke-9 yang dikelola KNTI. Secara keseluruhan, terdapat 6 SPBU nelayan di Aceh Selatan, 19 di Provinsi Aceh, dan sekitar 416 unit di seluruh Indonesia.

“Kami terus memperluas layanan melalui kolaborasi dengan koperasi nelayan agar distribusi energi lebih merata, khususnya di wilayah pesisir,” kata Eko.

Menurutnya, pengembangan SPBUN juga menjadi bagian dari program BBM Satu Harga untuk memastikan masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) memperoleh akses energi dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, para nelayan mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran SPBUN tersebut. Tarmizi, nelayan asal Bakongan Timur, mengatakan akses BBM kini lebih mudah dan biaya operasional melaut dapat ditekan.

“Kami sangat terbantu. Terima kasih kepada Pertamina atas pembangunan SPBUN ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Harmaini, nelayan Aceh Selatan. Ia menilai keberadaan SPBUN membuat aktivitas melaut lebih efisien.

“Sekarang lebih hemat dan tidak ada kendala lagi untuk melaut,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI