Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Netanyahu Bersaksi, AS Cegat Kapal ke Iran, dan Wayang Kulit Picu Polemik

Netanyahu Bersaksi, AS Cegat Kapal ke Iran, dan Wayang Kulit Picu Polemik

Kamis, 30 April 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: AFP


DIALEKSIS.COM | Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadiri sidang pengadilan sebagai saksi pada Selasa (28/4), di tengah memanasnya situasi geopolitik menyusul dua bulan konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

Netanyahu hadir di Pengadilan Distrik Tel Aviv untuk ke-81 kalinya sejak proses persidangan dimulai pada 2020. Dalam sidang tersebut, ia memberikan kesaksian terkait Kasus 4000, yang menjeratnya dengan tuduhan penyuapan, penipuan, serta pelanggaran kepercayaan.

Di sisi lain, ketegangan kawasan juga tercermin dari langkah militer Amerika Serikat. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah mencegat sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah menuju pelabuhan Iran pada akhir pekan lalu.

“Kapal perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta (DDG 115) menegakkan blokade terhadap kapal M/T Stream saat mencoba berlayar ke pelabuhan Iran,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.

Insiden tersebut disebut terjadi pada Minggu (26/4), namun tidak dijelaskan secara rinci lokasi kejadian maupun metode identifikasi tujuan kapal. Berdasarkan data Marine Tracker, kapal itu diketahui mengangkut minyak mentah.

Sebelumnya, militer AS juga dilaporkan mencegat tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan dekat Indonesia. Ketiga kapal tersebut kemudian dialihkan dari rute awalnya yang berada di sekitar India, Malaysia, dan Sri Lanka.

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menjadi sorotan warganet Indonesia usai mengunggah konten terkait wayang kulit.

Dalam unggahan di Instagram, Wong terlihat memainkan tokoh Semar di Pusat Warisan Budaya Melayu, Singapura.

“Temukan seni wayang kulit dan saksikan langsung di Pusat Warisan Budaya Melayu,” tulis Wong dalam keterangan video tersebut.

Ia juga menyebut bahwa pameran tersebut mencerminkan perpaduan pengaruh dari seluruh Nusantara dalam membentuk budaya Melayu Singapura.

Namun, unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen Indonesia. Mayoritas menegaskan bahwa wayang kulit, khususnya tokoh Semar, merupakan bagian dari budaya asli Indonesia, terutama dari tradisi Jawa.

Peristiwa ini kembali memicu diskusi soal klaim budaya di kawasan, di tengah dinamika geopolitik global yang juga tengah memanas.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI