Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Baut Jembatan Bailey di Aceh Diduga Dicuri, KSAD Sebut Sabotase

Baut Jembatan Bailey di Aceh Diduga Dicuri, KSAD Sebut Sabotase

Senin, 29 Desember 2025 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Baut jembatan Bailey di Aceh diduga raib. Foto: Firda/detikcom


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut pencabutan baut pada jembatan bailey yang dibangun di Aceh sebagai tindakan sabotase. Jembatan tersebut merupakan akses darurat yang dipasang untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor.

Maruli mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 29 November 2025. Ia mengatakan baut-baut jembatan bailey diketahui telah dicabut dua hari sebelum pernyataannya disampaikan ke publik.

“Dalam kondisi seperti ini, masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Baut-bautnya dibongkar,” kata Maruli.

Menurut Maruli, jembatan yang bautnya dicabut itu berada di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ia bahkan menunjukkan foto kondisi jembatan yang sebagian baut pengikatnya telah hilang.

KSAD menyatakan terkejut atas kejadian tersebut. Ia menilai tindakan pencabutan baut jembatan sangat membahayakan keselamatan masyarakat yang tengah berada dalam situasi bencana.

“Kami tidak menyangka ada orang yang melakukan perbuatan seperti ini. Masyarakat sedang dalam kondisi sulit, tetapi justru jembatan yang mereka butuhkan dirusak,” ujar Maruli.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa. Maruli juga menepis anggapan bahwa peristiwa itu merupakan bentuk rekayasa atau pengkondisian tertentu.

“Kalau pengkondisian sampai membuat masyarakat bisa meninggal, itu bukan pengkondisian. Itu perbuatan biadab,” katanya.

Maruli memastikan TNI AD akan menelusuri kasus ini hingga tuntas. Ia menekankan bahwa fokus utama adalah menjaga keselamatan warga serta memastikan akses darurat tetap dapat digunakan.

Jembatan bailey sendiri merupakan jembatan sementara yang dibangun untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat bencana alam di Aceh. Jembatan bailey di Teupin Mane mulai difungsikan sejak 18 Desember 2025.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI