Senin, 08 Juni 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Operasi Patuh 2026 Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas di Tengah Masyarakat

Operasi Patuh 2026 Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas di Tengah Masyarakat

Minggu, 07 Juni 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengungkapkan beberapa sasaran pelanggaran pada Operasi Patuh 2026 yang memiliki resiko tinggi hingga mengakibatkan kecelakaan. [Foto: Humas KP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengungkapkan beberapa sasaran pelanggaran pada Operasi Patuh 2026 yang memiliki resiko tinggi hingga mengakibatkan kecelakaan.

Dalam hal ini, Kakorlantas menyebut pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, hingga penggunaan telepon genggam saat berkendara menjadi fokus perhatian dalam operasi tersebut.

“Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas. Salah satu contohnya adalah melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, dan pelanggaran lainnya yang membahayakan keselamatan,”ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dalam keterangannya.

Menurutnya, Operasi Patuh tidak semata-mata bertujuan melakukan penindakan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, jajaran Polantas akan mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan.

“Salah satu tujuan dari operasi adalah bagaimana kita bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas, termasuk juga kita bisa mengurangi sebuah peristiwa kecelakaan,” ungkapnya.

Irjen Pol. Agus berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026 dengan meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Menurutnya, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dari seluruh pengguna jalan.[*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI