DIALEKSIS.COM | Bireuen - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-S dilaporkan gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026) malam.
Korban adalah Praka Farizal Rhomadhon (28), anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti yang bermarkas di Bireuen, Aceh. Ia meninggal dunia setelah terkena dampak serangan di kawasan Adshit Al-Qusayr sekitar pukul 20.44 waktu setempat atau 01.40 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang putri berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu, yang saat ini tinggal di asrama Kompi Markas Yonif 113/JS, Bireuen.
Pihak United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) membenarkan adanya satu personel penjaga perdamaian yang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Satu prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka serius.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam keras insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI juga mengonfirmasi kabar duka tersebut. Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden yang terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan.
Kemlu menegaskan pentingnya dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas kejadian tersebut. Selain itu, Indonesia bersama UNIFIL saat ini tengah mengupayakan proses pemulangan jenazah korban ke Tanah Air serta memastikan penanganan medis bagi prajurit yang terluka.
Pemerintah Indonesia juga menekankan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB harus dihormati sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian dinilai tidak dapat diterima dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Sementara itu, jenazah Praka Farizal direncanakan segera dipulangkan ke Indonesia. Lokasi pemakaman masih menunggu keputusan keluarga, mengingat istri dan anak korban berdomisili di Bireuen. [b/metro]