Minggu, 23 Agustus 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Timnas Putri U-17 Indonesia Uji Nyali Lawan 7 Negara Asia di Kudus

Timnas Putri U-17 Indonesia Uji Nyali Lawan 7 Negara Asia di Kudus

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Timnas Putri Indonesia U-17 dari Clairefontaine, Prancis, ke Kudus menjadi bagian dari upaya PSSI memperkuat pembinaan sepak bola putri usia muda. [Foto: dok. PSSI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Perjalanan Timnas Putri Indonesia U-17 dari Clairefontaine, Prancis, ke Kudus menjadi bagian dari upaya PSSI memperkuat pembinaan sepak bola putri usia muda.

Sebelumnya, para pemain mengikuti pemusatan latihan di Clairefontaine melalui kolaborasi PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 3-9 Mei 2026. Kini, mereka mendapat kesempatan menguji kemampuan dalam Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.

Turnamen yang berlangsung 14-23 Agustus 2026 itu diikuti delapan tim dari tujuh negara Asia. Indonesia menurunkan dua wakil, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang ditangani Takumi Taniguchi.

Enam tim lainnya berasal dari Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.

Srikandi Merdeka Cup merupakan kolaborasi PSSI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ajang ini juga menjadi bagian dari jalur pembinaan berjenjang yang menghubungkan MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, hingga level internasional.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, pengalaman menghadapi tim-tim dari negara lain sama pentingnya dengan hasil pertandingan.

Menurut dia, turnamen tersebut dapat menjadi sarana untuk melihat perkembangan pemain secara menyeluruh, mulai dari kemampuan teknis, pemahaman taktik, pola hidup, sikap, mentalitas, hingga kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.

"Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus mendorong pengembangan timnas putri, baik di usia muda dan level timnas tanpa membedakan dengan para pemain putra. Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri," ujar Erick yang dilansir pada Sabtu (22/8/2026).

Pemain Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, menilai kesempatan tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap pembinaan sepak bola putri usia muda.

Ayla yang merupakan jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League menyebut pengalaman menjalani latihan di Prancis dan bertanding di Kudus saling melengkapi.

"Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional. Setelah berlatih di Clairefontaine, sekarang kami bisa bertanding di Kudus melawan negara-negara Asia," ujar Ayla.

Ia menilai pertandingan internasional membantu pemain memahami tuntutan sepak bola di level yang lebih tinggi.

Bagi Ayla, proses pembinaan berjenjang dari kompetisi usia dini hingga tim nasional menjadi modal penting bagi pemain muda Indonesia untuk terus berkembang dan mendapatkan pengalaman internasional. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub