Minggu, 26 Juli 2026
Beranda / Opini / Mengenang Prof. Dr. Kemala Motik Abdul Gafur: Perempuan Visioner yang Menanam Pohon Pendidikan

Mengenang Prof. Dr. Kemala Motik Abdul Gafur: Perempuan Visioner yang Menanam Pohon Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Penulis :
Dr. Iswadi

Almarhumah Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, SE, MM, pendiri Universitas Esa Unggul. Foto: for Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Opini - Ada peristiwa dalam perjalanan sebuah institusi yang tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk merenungkan kembali nilai nilai perjuangan yang telah diwariskan. Kepergian Almarhumah Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, SE, MM, pendiri Universitas Esa Unggul, adalah salah satu momen yang mengajak kita untuk mengenang kembali arti sebuah pengabdian dalam dunia pendidikan.

Sebagai seorang dosen dan bagian dari keluarga besar Universitas Esa Unggul, saya merasakan bahwa kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang tokoh pendiri perguruan tinggi. Lebih dari itu, kita kehilangan sosok seorang pendidik, pemimpin, dan inspirator yang telah menanamkan gagasan besar tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan membangun manusia dan peradaban.

Dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi, selalu ada sosok yang menjadi peletak dasar, yang berani bermimpi ketika sesuatu belum terbentuk, yang memiliki keyakinan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Sosok tersebut hadir melalui pemikiran, kerja keras, dan keteguhan hati. Bagi Universitas Esa Unggul, sosok itu adalah Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, SE, MM.

Saya mencoba memahami perjalanan hidup beliau dengan melihat kembali bagaimana sebuah institusi pendidikan dapat lahir dan berkembang. Sebuah universitas tidak dibangun hanya dengan gedung yang megah, program studi yang beragam, atau sistem akademik yang modern. Sebuah universitas lahir dari mimpi, keberanian, konsistensi, dan keyakinan seseorang bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan.

Dalam konteks itulah perjuangan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur menjadi sangat bermakna. Beliau melihat pendidikan bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan potensi manusia, dan persiapan generasi menghadapi tantangan zaman.

Pendidikan bagi beliau bukan sekadar proses menghasilkan lulusan, tetapi sebuah ikhtiar untuk membangun manusia yang memiliki kompetensi sekaligus nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dengan karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Prinsip inilah yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan Universitas Esa Unggul.

Universitas Esa Unggul yang kita kenal hari ini adalah bagian dari warisan pemikiran dan perjuangan beliau. Ribuan mahasiswa telah melewati ruang ruang pembelajaran di kampus ini, memperoleh ilmu, membangun mimpi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Setiap alumni yang berkarya di berbagai bidang sesungguhnya membawa bagian dari cita cita besar yang dahulu beliau tanamkan.

Bagi kami para dosen, perjuangan beliau menghadirkan sebuah tanggung jawab moral. Menjadi dosen bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga meneruskan nilai yang telah diwariskan oleh para pendiri. Mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, melainkan membimbing mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Di ruang ruang kelas, laboratorium, maupun berbagai aktivitas akademik, semangat pendirian universitas harus terus diterjemahkan dalam bentuk nyata. Dosen memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menghadapi persoalan bangsa.

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan beliau adalah bahwa membangun pendidikan membutuhkan pandangan jauh ke depan. Dunia terus berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan masyarakat semakin kompleks. Namun, nilai utama pendidikan tetap sama: menghadirkan manusia yang berilmu sekaligus memiliki karakter.

Di tengah berbagai tantangan pendidikan tinggi saat ini, semangat yang diwariskan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. Kampus harus menjadi tempat lahirnya inovasi, tetapi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

Perubahan zaman menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan transformasi. Namun, transformasi tersebut harus tetap berakar pada visi besar para pendirinya. Kemajuan teknologi, digitalisasi pembelajaran, dan persaingan global harus dijawab dengan peningkatan kualitas, tanpa melupakan tujuan utama pendidikan yaitu mencerdaskan dan memanusiakan manusia.

Setiap pendiri institusi pendidikan pada hakikatnya sedang menanam sebuah pohon. Mereka mungkin tidak selalu menyaksikan seluruh cabang dan buah dari pohon tersebut, tetapi generasi berikutnya akan menikmati manfaatnya. Begitulah cara kita melihat perjuangan Almarhumah. Beliau telah menanam pohon pendidikan yang hari ini terus tumbuh melalui mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan para alumni Universitas Esa Unggul.

Pohon pendidikan itu akan terus tumbuh selama keluarga besar Universitas Esa Unggul mampu menjaga nilai nilai yang telah ditanamkan. Setiap prestasi mahasiswa, setiap penelitian dosen, setiap pengabdian kepada masyarakat, dan setiap kontribusi alumni merupakan bagian dari buah perjuangan panjang yang dimulai oleh beliau.

Kepergian beliau tentu meninggalkan duka yang mendalam. Namun, warisan terbesar seorang pendidik bukan hanya nama yang tertulis dalam sejarah, melainkan nilai yang terus hidup dalam diri orang orang yang meneruskan perjuangannya.

Sejarah akan selalu mengingat bahwa pernah ada seorang perempuan visioner yang percaya bahwa pendidikan dapat menjadi jalan perubahan. Beliau tidak hanya membangun sebuah institusi, tetapi juga membangun harapan bagi banyak orang. Melalui Universitas Esa Unggul, gagasan dan semangat beliau akan terus berjalan melewati generasi demi generasi.

Terima kasih Ibu Kemala Motik atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga segala ilmu, kebaikan, dan perjuangan beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Bagi keluarga besar Universitas Esa Unggul, tugas kita kini adalah menjaga amanah tersebut. Melanjutkan cita cita besar beliau dengan terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi bangsa.

Karena pada akhirnya, seorang pendiri mungkin telah tiada, tetapi gagasan besar yang ditanamkannya akan terus hidup melalui generasi yang meneruskan perjuangan.

Al-Fatihah.

Penulis: Dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta, Dr. Iswadi, M.Pd

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI