Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / BNPB dan Pemkab Bireuen Hadirkan Huntap bagi Warga Terdampak

BNPB dan Pemkab Bireuen Hadirkan Huntap bagi Warga Terdampak

Kamis, 16 April 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Muhajir Juli, Juru Bicara Pemkab Bireuen. Foto: for Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen mulai berjalan secara bertahap. Program ini dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pihak swasta di berbagai desa terdampak.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Muhajir Juli, Rabu (15/4/2026), menyampaikan bahwa BNPB saat ini tengah membangun huntap di beberapa titik, di antaranya Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang di Kecamatan Jangka. Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta Desa Balee Panah dan Paya Cut di Kecamatan Juli.

Hingga Minggu (12/4/2026), di Desa Kuala Ceurape telah dimulai pembangunan 20 unit huntap dengan progres bervariasi, mulai dari pemasangan hebel, plasteran, hingga pekerjaan fondasi dan penempatan material di lokasi. Di Desa Bugeng, sebanyak 10 unit huntap juga sedang dikerjakan dengan progres yang beragam, sementara satu unit di Desa Alue Bayeu Utang masih dalam tahap penempatan material.

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 17 unit huntap sedang dibangun. Progresnya mencakup pemasangan hebel dan kusen, fondasi, boplang, hingga penyediaan material di lokasi. Selain itu, terdapat tiga unit huntap contoh yang telah dibangun sejak Maret 2026.

Sementara itu, dua unit huntap relokasi milik warga Kuala Ceurape yang dibangun di Desa Alue Kuta telah memasuki tahap penempatan material. Hal serupa juga terjadi pada lima unit huntap di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan.

Selain BNPB, pembangunan huntap juga didukung pihak swasta. Salah satunya oleh H. Subarni A. Gani, owner PT Blang Keutumba, yang mendonasikan pembangunan 60 unit huntap. Unit tersebut tersebar di beberapa desa, yakni masing-masing 10 unit di Balee Panah, Teupin Mane, dan Simpang Jaya (Kecamatan Juli), serta 10 unit di Desa Alue Limeng dan 10 unit di Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa.

Namun, pembangunan di Desa Salah Sirong belum dapat dimulai karena kendala distribusi material.

Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, pembangunan juga dilakukan di Desa Kubu dan Pante Karya dengan progres yang bervariasi, mulai dari tahap awal hingga mencapai 50 persen.

Sementara itu, pembangunan 45 unit huntap di Desa Alue Kuta oleh DT Peduli telah memasuki tahap pemasangan boplang sejak Senin (13/4/2026).

Adapun PT Takabeya Perkasa Group turut membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura, masing-masing tersebar di Blang Guron, Cot Tufah, Cubo, Teupin Siron, dan tiga unit di Samuti Aman. Dari jumlah tersebut, lima unit telah memasuki tahap pemasangan dinding, sementara dua unit lainnya telah menyelesaikan pemasangan boplang.

Muhajir menyebutkan bahwa pembangunan huntap tahap pertama dilakukan secara bertahap oleh BNPB dan pihak swasta yang telah berkomitmen membantu Pemkab Bireuen.

“Total huntap yang mulai dan sedang dibangun saat ini mencapai 152 unit,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan tahap pertama ini dapat berjalan lancar sehingga para penyintas bencana, khususnya yang rumahnya dinyatakan rusak berat atau hilang berdasarkan verifikasi tahap I BNPB, dapat segera menempati hunian baru mereka.

“Semoga para penyintas bisa segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI