Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda / Pemerintahan / Dua Tahun Memerintah, Prabowo Tekankan Lima Arahan untuk Kabinet

Dua Tahun Memerintah, Prabowo Tekankan Lima Arahan untuk Kabinet

Jum`at, 23 Oktober 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Prabowo pimpin sidang kabinet di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih memperkuat penegakan hukum, melindungi kekayaan negara, dan menjaga persatuan nasional. Pesan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang menandai dua tahun pemerintahannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Lima hal menjadi perhatian Prabowo, yakni pengusutan kebakaran hutan dan lahan, sikap menghadapi tekanan terhadap pasar modal, pemberantasan penyelundupan, pemeliharaan persatuan, serta kesehatan anggota kabinet.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan mendapat sorotan tajam. Prabowo menyatakan kebakaran tidak seluruhnya disebabkan faktor alam. Menurut dia, hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan dugaan campur tangan manusia dan keterlibatan sejumlah korporasi.

Ia meminta kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Kehutanan, dengan dukungan TNI serta intelijen, menyelidiki persoalan tersebut secara menyeluruh. Pihak yang terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas karena dampak kebakaran membahayakan kesehatan masyarakat.

Perhatian berikutnya menyangkut penyelundupan. Prabowo menilai praktik itu menggerus kekayaan nasional sekaligus mengancam keberlangsungan ekonomi.

Ia menyoroti masuknya narkotika dan barang ilegal yang dapat merugikan industri dalam negeri. Di sisi lain, sumber daya Indonesia, mulai dari timah, emas, batu bara, kayu, hingga bahan bakar dan pupuk bersubsidi, juga menghadapi ancaman penyelundupan keluar negeri.

Bagi Prabowo, menghentikan kebocoran tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan kekuatan ekonomi dan menyelamatkan kekayaan rakyat.

Dalam pembahasan pasar modal, Prabowo turut menyinggung Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Ia meminta jajarannya tetap percaya diri menghadapi tekanan dari luar.

“Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional. Di tengah ketidakpastian global dan persaingan geopolitik, kekompakan pemerintahan dinilai diperlukan untuk melindungi kepentingan bangsa.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya pada Kamis (22/10/2026), menjelaskan bahwa Presiden meminta seluruh jajaran menjalankan mandat rakyat dengan keberanian, ketegasan, dan tanggung jawab.

Arahan terakhir menyentuh kesehatan anggota kabinet. Prabowo menyampaikan keprihatinan karena ada jajarannya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengupayakan pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan. Prabowo mengingatkan bahwa perjalanan pemerintahan masih panjang, sementara tantangan dan harapan masyarakat terus menuntut kerja keras.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3