DIALEKSIS.COM | Dialektika - Pada 16 Maret 2026, pengumuman pendaftaran calon Rektor UIN Ar-Raniry periode 2026–2030 memunculkan dinamika diskusi di ruang publik. Tim kuasa hukum salah satu calon, Prof. Muhammad Siddiq Armia, menyoroti posisi ketua panitia penjaringan yang masih dijabat oleh seorang Wakil Rektor aktif. Mereka khawatir hal ini menimbulkan konflik kepentingan dan mencederai independensi proses seleksi. Beberapa pihak, termasuk mahasiswa dan pengamat, menuntut agar proses berjalan jujur dan transparan, sesuai ketentuan aturan resmi.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng menyatakan menerima hasil Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 dengan lapang dada. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Senat Universitas atas terselenggaranya proses pemilihan yang dinilai berjalan tertib dan bermartabat.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) sering dipromosikan sebagai puncak otonomi akademik. Di atas kertas, PTNBH menjanjikan tata kelola modern, efisien, dan berbasis kinerja. Namun dalam praktiknya, model ini justru menyimpan paradoks.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Hari ini bukan sekadar hari pemilihan rektor bagi Universitas Syiah Kuala (USK). Ia adalah momen penegasan nilai uji kolektif tentang apakah civitas akademika dan pemilik suara mampu menempatkan visi jauh di atas kepentingan sesaat. Pilihan yang akan dibuat bukan hanya menentukan siapa yang duduk di ruang rektorat, ia menentukan arah institusi, kapasitas pengelolaan, dan kredibilitas akademik yang akan dipertahankan atau dikikis selama lima tahun ke depan.
DIALEKSIS.COM | Opini - Setiap kali kampus bersiap memilih rektor, panggung yang sama kembali dipasang. Visi-misi dipoles, video profil disiapkan, dan daftar prestasi akademik dipamerkan. Semua tampak rapi dan rasional. Namun ada satu pertanyaan penting yang hampir selalu absen dari ruang diskusi publik: apakah calon rektor cukup sehat secara jiwa untuk memimpin? Pertanyaan ini kerap dianggap sensitif, bahkan tabu. Padahal, di sinilah letak persoalan mendasarnya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) dinilai belum sepenuhnya melihat prinsip transparansi dan partisipasi mahasiswa.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) tahap pertama direncanakan berlangsung besok, 12 Januari 2026. Enam calon yang dinyatakan lulus verifikasi dan akan mengikuti proses penyaringan adalah: Prof. Dr. Ir. Marwan, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng., APEC.Eng, Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc, Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc.
DIALEKSIS.COM | Dialektika - Polemik tengah melanda Universitas Syiah Kuala (USK) terkait belum digantikannya Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp.S(K) dari keanggotaan Majelis Wali Amanat (MWA) USK. Padahal, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mengeluarkan surat resmi yang menegaskan bahwa Syahrul tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota MWA. Lambatnya tindakan Ketua MWA USK untuk menindaklanjuti mandat tersebut menimbulkan tanda tanya besar: ada kepentingan apa di balik penundaan penggantian Syahrul?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 mulai menghangat. Dua nama besar, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, ASEAN Eng dan Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, secara resmi mendaftarkan diri ke Biro Rektor USK sebagai calon rektor.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) memasuki babak baru dalam sejarah tata kelolanya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Untuk pertama kalinya, proses pemilihan rektor periode 2026 - 2031 akan digelar sepenuhnya di bawah kewenangan Majelis Wali Amanah (MWA).
DIALEKSIS.COM | Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) bersiap memasuki babak baru kepemimpinan. Pemilihan rektor untuk periode 2026 - 2031 resmi dijadwalkan bergulir mulai Juni 2025. Proses panjang itu akan diakhiri dengan pelantikan rektor baru pada Maret 2026.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Panitia Penjaringan Bakal Calon (Balon) Rektor IAIN Langsa, menetapkan 17 nama yang berhasil lolos verifikasi berkas administrasi dengan memenuhi syarat.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masa pemilihan rektor Universitas Malikussaleh (UNIMAL) periode 2022-2026 sudah memasuki tahapan pertama perolehan suara terhadap calon rektor UNIMAL.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Berdasarkan hasil rapat panitia pemilihan Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Periode 2022-2026 pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2022, disampaikan bahwa hasil penjaringan Bakal Calon Rektor belum terpenuhi minimal empat kandidat.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Pelaksanaan Pemilihan Calon Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2022-2026 dimenangkan oleh Dr. Ishak, M.Si dengan perolehan suara sebanyak 24 suara atau suara terbanyak.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Saat ini hitungan beberapa bulan ke depan Universitas Teuku Umar (UTU) melangsungkan perhelatan pemilihan rektor masa bakti 2022-2026. Dikarenakan masa jabatan Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, akan berakhir dalam waktu dekat ini. Panitia seleksi sudah menjaring bakal calon sebanyak lima orang yang resmi mendaftar calon rektor UTU. Kalangan akademisi hingga guru besar dari kampus ternama di Aceh mendaftarkan diri sebagai Calon Rektor.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) dalam pemilihan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) sangat berharap agar pihak luar tidak mengintervensi atau mempengaruhi publik sehingga mengarah kepada putra terbaik yang dimilikinya.
DIALEKSIS.COM | Aceh Barat - Sebagai mana yang sudah diketahui bahwasanya 5 ( lima) bakal calon (Balon) Rektor Universitas Teuku Umar dari berbagai sumber informasi yang beredar dan berita di media bahwasanya data para calon sudah terverifikasi dan dinyatakan lulus dalam tahap administrasi.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pucuk kepemimpinan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh akan mengalami pergantian. Sebagaiman dikabarkan, ada 8 (Delapan) calon yang akan meneruskan visi dan misi Perguruan tinggi itu.