Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Paus Bungkuk yang Sempat Viral di Jerman Ditemukan Mati di Perairan Denmark

Paus Bungkuk yang Sempat Viral di Jerman Ditemukan Mati di Perairan Denmark

Minggu, 17 Mei 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Paus bungkuk yang ditemukan di teluk dangkal di lepas pantai Wismar sedang diangkut menuju Laut Utara dengan kapal kargo yang terisi air tepat sebelum perbatasan Denmark di Fehmarn, Jerman, Rabu, 29 April 2026. [Foto: Philip Dulian/dpa via AP]


DIALEKSIS.COM | Berlin - Seekor paus bungkuk yang sebelumnya menjadi perhatian publik di Jerman setelah beberapa kali terdampar ditemukan mati di perairan Denmark, Kamis (14/5/2026). Pihak berwenang Denmark memastikan paus tersebut adalah mamalia laut yang sama dengan paus yang sempat diselamatkan dan dilepaskan kembali ke Laut Utara awal Mei lalu.

Paus itu ditemukan di dekat Pulau Anholt, di Selat Kattegat yang menghubungkan Laut Baltik dan Laut Utara. Lokasi penemuan berada sekitar 70 kilometer di selatan Skagen, wilayah tempat paus berjuluk “Timmy” dan “Hope” dilepas menggunakan tongkang pada 2 Mei.

Kepala divisi Badan Perlindungan Lingkungan Denmark, Jane Hansen, mengatakan identitas paus dipastikan setelah petugas menemukan alat pelacak yang masih menempel di tubuh hewan tersebut. 

“Posisi dan penampilan alat tersebut mengonfirmasi bahwa ini adalah paus yang sama yang sebelumnya diamati dan ditangani di perairan Jerman,” kata Hansen dalam pernyataan resmi, Sabtu (16/5/2026).

Paus tersebut pertama kali terlihat di lepas pantai Jerman pada 3 Maret. Sejak itu, hewan tersebut beberapa kali terdampar di perairan dangkal Laut Baltik. Para ahli menduga paus tersesat saat mengikuti kawanan ikan herring atau selama proses migrasi. Upaya penyelamatan sempat dilakukan pada akhir Maret dengan bantuan ekskavator untuk mengembalikannya ke perairan lebih dalam.

Kasus paus itu memicu perdebatan panjang di Jerman antara ilmuwan, aktivis, dan kelompok penyelamat swasta. Sejumlah ilmuwan menilai upaya penyelamatan lanjutan justru berisiko menambah stres pada paus yang sudah lemah dan kelelahan. Namun pemerintah daerah Mecklenburg-Western Pomerania tetap mengizinkan operasi penyelamatan menggunakan tongkang terendam untuk membawa paus menuju Laut Utara.

Menteri Lingkungan Hidup Mecklenburg-Western Pomerania, Till Backhaus, mengatakan upaya tersebut dilakukan demi memberi kesempatan terakhir bagi paus itu untuk bertahan hidup.

“Saya pikir sangat manusiawi untuk menggunakan bahkan kesempatan terkecil sekalipun ketika nyawa dipertaruhkan,” ujarnya. 

Hingga kini, penyebab kematian paus tersebut belum dipastikan dan otoritas Denmark belum memutuskan apakah bangkai paus akan dipindahkan atau dilakukan nekropsi. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI