Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Akhyar Kamil Desak Bos Pon Transparan Soal Bantuan untuk Aceh

Akhyar Kamil Desak Bos Pon Transparan Soal Bantuan untuk Aceh

Senin, 13 April 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mengungkapkan temuan di lapangan terkait bantuan untuk korban bencana di Aceh yang disebut-sebut mencapai ribuan ton.

Akhyar menyebut, berdasarkan pengecekan langsung yang dilakukan pihaknya di Pelabuhan Port Klang, Malaysia, jumlah bantuan yang tersedia jauh dari klaim yang beredar. Ia menegaskan, tidak ditemukan bantuan sebanyak 2.000 ton, melainkan hanya sekitar empat kontainer.

“Setelah kami cek langsung di Pelabuhan Port Klang, tidak ada 2.000 ton bantuan. Yang ada hanya sekitar empat kontainer, berisi air minum kemasan, pakaian bekas, dan barang lainnya,” ujar Akhyar Kamil kepada media dialeksis.com, Minggu (12/4/2026) malam.

Atas temuan tersebut, Akhyar meminta seluruh pihak yang selama ini menyampaikan informasi terkait bantuan kemanusiaan untuk bersikap terbuka dan jujur kepada masyarakat.

Menurutnya, transparansi menjadi hal penting agar tidak menimbulkan harapan berlebihan, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan kepastian dukungan pascabencana.

Ia menegaskan, masyarakat Aceh saat ini membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar klaim atau narasi yang belum terbukti di lapangan. Kejelasan data, kata dia, sangat penting agar publik tidak merasa kecewa akibat perbedaan antara informasi yang beredar dan realitas di lapangan.

“Saiful Bahri jangan lagi membuat opini untuk melempar kesalahan kepada pihak lain,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang aktif membantu masyarakat Aceh, baik di perantauan maupun di daerah, PAS disebutnya selalu berkomitmen mengedepankan kejujuran dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Akhyar berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan maupun penyaluran bantuan dapat menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas demi menjaga kepercayaan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa bantuan kemanusiaan bukan sekadar soal angka, tetapi menyangkut harapan masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan ke publik harus melalui proses verifikasi yang jelas agar tidak menimbulkan polemik.

Akhyar mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh, baik di dalam maupun luar daerah, untuk tetap bersatu dan terkoordinasi dalam membantu proses pemulihan pascabencana.

“Kejujuran, transparansi, dan kerja sama adalah kunci agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI