Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Cek Mada: Kepemimpinan Kembali Abu Faisal Ali Momentum Penguatan NU Aceh

Cek Mada: Kepemimpinan Kembali Abu Faisal Ali Momentum Penguatan NU Aceh

Selasa, 17 Februari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Acara pelaksanaan konferensi wilayah NU Aceh ke XV Banda Aceh, 15 - 16 Februari 2026. Foto: doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Aceh, Muhammad Mada alias Cek Mada, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali Abu H. Faisal Ali sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh periode 2026 - 2031.

Abu H. Faisal Ali kembali dipercaya memimpin PWNU Aceh secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) XV yang digelar baru-baru ini. Keputusan tersebut dinilai mencerminkan soliditas internal organisasi dan kepercayaan kuat warga nahdliyin terhadap kepemimpinan yang berkelanjutan.

“Terpilihnya kembali Abu Faisal Ali merupakan momentum penting untuk memperkuat peran NU di Aceh, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun pemberdayaan umat,” ujar Cek Mada dalam keterangan saat dihubung Dialeksis.

Menurutnya, kepemimpinan yang berkesinambungan akan memudahkan konsolidasi program serta mempercepat realisasi agenda-agenda strategis organisasi. Ia menilai, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar memiliki tanggung jawab moral dalam merespons berbagai persoalan masyarakat, mulai dari isu sosial-keagamaan hingga tantangan ekonomi dan lingkungan.

Cek Mada juga menyoroti pentingnya sinergi antara PWNU Aceh dengan kalangan profesional dan dunia usaha. Ia menyatakan P2N Aceh siap berkolaborasi dalam mendorong program pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas nahdliyin.

“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat kerja-kerja konkret di bidang ekonomi umat, termasuk pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha, dan membuka akses pasar bagi produk lokal,” katanya.

Selain aspek ekonomi, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan yang belakangan kerap melanda Aceh. Menurutnya, NU dapat mengambil peran strategis melalui edukasi masyarakat, penguatan nilai-nilai kepedulian ekologis, serta keterlibatan aktif dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Abu H. Faisal Ali kembali terpilih secara aklamasi dalam Konferwil XV PWNU Aceh. Forum tersebut juga menetapkan Rais Syuriah PWNU Aceh untuk periode yang sama, sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat peran keumatan di Aceh.

Cek Mada berharap kepemimpinan baru PWNU Aceh dapat semakin mempererat ukhuwah, memperkuat kemandirian organisasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI