Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Meugang di Rantau, FORMAPA Bandung Pererat Silaturahmi Mahasiswa & Pemuda Aceh

Meugang di Rantau, FORMAPA Bandung Pererat Silaturahmi Mahasiswa & Pemuda Aceh

Selasa, 17 Februari 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +


FORMAPA Gelar Mak Meugang, Satukan Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Rantau. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Semangat kebersamaan menyambut Ramadan terasa hangat dan sarat akan nilai budaya Aceh di perantauan tepatnya di Bumi Pasundan kota Bandung, Jawa Barat.

Forum Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FORMAPA) Bandung menggelar kegiatan meugang, pengajian, dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadan tahun 1447 Hijriah di Asrama Mahasiswa Aceh Sultan Iskandar Muda, Cihapit, Bandung pada Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 150 orang mahasiswa dan pemuda Aceh yang berasal dari unit-unit mahasiswa Aceh Se-Bandung Raya, baik yang sedang menempuh pendidikan maupun yang telah lulus dan bekerja. 

Tradisi Meugang khas Aceh yang penuh makna dan sarat nilai adat dan budaya, diselenggarakan sebagai momentum merajut kebersamaan penuh arti di tanah rantau.

Ketua Umum FORMAPA, Ghufran Al Fikri, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat silaturahmi antar Mahasiswa dan Pemuda Aceh Se-Bandung Raya.

"Meugang ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengenang tradisi dan menjaga identitas keAceh-an yg penuh nilai dan filosofi nya," ujarnya. 

“Walaupun merantau, kami tetap ingin merasakan suasana Aceh. Meugang ini menjadi cara kita menjaga tradisi sekaligus memperkuat silaturahmi antar sesama anak Aceh di Bandung," tutur Mahasiswa Pascasarjana ARS University Bandung ini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Meugang tersebut telah dilaksanakan selama empat tahun berturut-turut. 

Setelah rangkaian kegiatan Meugang bersama ini FORMAPA telah mengagendakan sejumlah kegiatan selama bulan Suci Ramadan seperti Buka Puasa Bersama dan Sahur On The Road serta Buka Puasa Bersama Santri Yatim di Pondok Pesantren di kota Bandung. 

Kegiatan-Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah yang dapat mempertemukan para mahasiswa dan pemuda Aceh di Bumi Pasundan.

"Di tengah kesibukan studi dan pekerjaan, kegiatan semacam ini menjadi ruang temu yang memperkuat solidaritas. Bagi anak rantau, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga penegas bahwa dimanapun kita berada semangat persaudaraan kebersamaan sebagai Mahasiswa Tanah Rencong terus terajut dan terlestarikan," tutupnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI