Selasa, 16 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ibu Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Menanti Kesembuhan Putranya

Ibu Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Menanti Kesembuhan Putranya

Senin, 15 Juni 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Erna, ibu dari Fakhri Hedrico, salah satu taruna yang menjadi korban ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harapan dan doa terus dipanjatkan Erna, ibu dari Fakhri Hedrico, salah satu taruna yang menjadi korban ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. Erna berharap putranya dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Fakhri saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kondisinya masih memerlukan penanganan khusus akibat luka bakar dan infeksi yang dialaminya pasca-insiden ledakan yang terjadi di kapal penyeberangan tersebut.

Meski kondisi sang anak belum sepenuhnya stabil, Erna mengaku bersyukur karena Fakhri mulai menunjukkan perkembangan positif. Saat menjenguk putranya, ia melihat Fakhri sudah mulai memberikan respons ketika dipanggil.

“Alhamdulillah, semoga dia sembuh kembali dan sehat kembali. Tadi dia sudah merespons saat saya panggil. Kami hanya bisa terus berdoa,” kata Erna kepada media dialeksis.com, Senin (15/6/2026).

Erna mengungkapkan dirinya baru tiba dari Medan untuk mendampingi putranya yang masih dirawat. Setibanya di rumah sakit, ia langsung menuju ruang perawatan dan melihat kondisi Fakhri yang masih menggunakan berbagai peralatan medis untuk membantu proses pemulihannya.

Menurutnya, kondisi yang dialami putranya cukup berat karena selain luka bakar, infeksi yang muncul pascakejadian juga memerlukan pengawasan ketat dari tim medis.

“Dia dirawat di ruang isolasi. Kondisinya memang masih serius karena ada infeksi, makanya masih memakai alat bantu. Tapi kami bersyukur karena dia sudah mulai memberikan respons,” ujarnya.

Di tengah kecemasan menunggu kesembuhan sang anak, Erna juga mengenang momen yang tak pernah ia lupakan. Sekitar setengah jam sebelum ledakan terjadi, Fakhri sempat menghubunginya melalui panggilan video.

Percakapan singkat itu kini menjadi kenangan yang terus teringat dalam benaknya. “Sempat video call. Tidak lama, sekitar setengah jam sebelum kejadian. Setelah itu kami mendapat kabar musibah tersebut,” tutur Erna.

Sebagai seorang ibu, Erna mengaku hanya bisa terus memanjatkan doa agar putranya dan seluruh korban lainnya segera diberikan kesembuhan.

“Mohon doanya untuk anak-anak kami. Insya Allah mereka bisa sehat kembali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Erna juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Politeknik yang dinilainya cepat merespons dan mendampingi keluarga korban sejak insiden terjadi.

“Alhamdulillah pihak Poltek sangat tanggap. Apa yang dibutuhkan dan disampaikan kepada kami, mereka berusaha membantu dan menindaklanjutinya,” ujar Erna.

Ia berharap seluruh pihak terus memberikan dukungan kepada para korban yang masih menjalani perawatan agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik.

Diketahui, Fakhri Hedrico merupakan salah satu taruna yang menjadi korban ledakan dan kebakaran di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI