Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UDD PMI Banda Aceh Butuh 300 Kantong per Hari untuk Penuhi Darah Pasien

UDD PMI Banda Aceh Butuh 300 Kantong per Hari untuk Penuhi Darah Pasien

Senin, 19 Januari 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menata persediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Senin, 19 Januari 2026. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh membutuhkan hingga 300 kantong darah per hari untuk memenuhi kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit.

Namun saat ini, persediaan stok darah dilaporkan menipis, bahkan kosong, sehingga berpotensi menghambat pelayanan transfusi darah.

Kepala UDD PMI Kota Banda Aceh, dr. Mutia Abdullah, M.K.M., menjelaskan bahwa secara normal kebutuhan darah harian berada pada kisaran 100 hingga 200 kantong per hari, dan pada kondisi ideal dapat mencapai 300 kantong per hari.

“Stok darah hari ini kosong. Secara ideal, kebutuhan bisa mencapai 300 kantong per hari. Namun pada bulan ini banyak agenda donor dari instansi yang tertunda, sehingga pasokan darah menurun,” ujar dr. Mutia kepada media dialeksis.com, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menambahkan, UDD PMI Kota Banda Aceh memiliki sejumlah fasilitas dan tahapan penting untuk menjamin keamanan darah sebelum disalurkan ke pasien. 

Proses tersebut meliputi ruang uji silang serasi untuk mencocokkan darah pasien dan pendonor, ruang IMTD untuk pemeriksaan darah donor pascadonasi, serta ruang pemisahan komponen darah sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, menegaskan bahwa kondisi menipisnya stok darah memerlukan respons cepat dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini persediaan stok darah di Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh sedang menipis. Kami sangat membutuhkan bantuan para relawan darah. Setetes darah yang Anda donorkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan, terutama penyintas talasemia yang bergantung pada transfusi rutin,” katanya.

Menurut Ahmad Haeqal, kebutuhan darah bersifat berkelanjutan, sementara jumlah pendonor tidak selalu stabil. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pendonor mengalami penurunan, sedangkan permintaan transfusi dari rumah sakit terus meningkat.

“Donor darah adalah wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Satu kantong darah bisa menyelamatkan lebih dari satu nyawa. Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung ke UDD PMI Kota Banda Aceh dan menjadi pahlawan kemanusiaan,” ujarnya.

PMI Kota Banda Aceh memastikan seluruh proses donor darah dilakukan sesuai standar kesehatan dan keselamatan, dengan pengawasan tenaga medis profesional. Selain untuk pasien talasemia, stok darah juga sangat dibutuhkan bagi korban kecelakaan, ibu melahirkan, serta pasien dalam kondisi darurat medis.

“Setiap tetes darah adalah kehidupan. Kami berharap masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya tergerak untuk membantu sesama melalui donor darah,” pungkas Ahmad Haeqal Asri.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI