Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Krisis BBM Irlandia Memanas, Protes Hari Keempat Ancam Layanan Darurat

Krisis BBM Irlandia Memanas, Protes Hari Keempat Ancam Layanan Darurat

Jum`at, 10 April 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Seorang pria menyeberangi jalan tempat kendaraan diparkir di Jalan O'Connell, pada hari kedua protes nasional menentang kenaikan harga bahan bakar, di Dublin, Irlandia, Rabu (8/4/2026). [Foto: Brian Lawless/PA via AP]


DIALEKSIS.COM | Dublin - Aksi protes atas tingginya harga bahan bakar di Irlandia memasuki hari keempat pada hari Jumat (10/4/2026), memicu kekhawatiran tentang kekurangan bahan bakar dan layanan darurat karena para demonstran memadati jalan dan memblokir akses ke lokasi penyulingan dan distribusi di seluruh negeri.

Pemerintah Irlandia dijadwalkan bertemu dengan para petani, pengemudi truk, dan kontraktor pertanian pada hari Jumat untuk membahas krisis yang dipicu oleh kenaikan biaya bensin dan solar karena konflik di Timur Tengah membatasi ekspor minyak dari wilayah tersebut.

Meskipun penyelenggara mengatakan mereka akan membatalkan protes terkoordinasi jika pemerintah setuju untuk berbicara dengan mereka, tidak jelas apakah mereka akan dilibatkan dalam pembicaraan tersebut.

Protes dimulai pada hari Selasa ketika konvoi yang bergerak lambat membatasi akses ke beberapa jalan tersibuk di Dublin, ibu kota, dan memblokir depot bahan bakar yang memasok setengah negara. Beberapa demonstran tidur di kendaraan mereka semalaman, menuntut agar pemerintah berbicara dengan mereka.

Lebih dari 100 stasiun layanan kini kehabisan bahan bakar dan jumlahnya bisa lima kali lipat pada Jumat malam jika pasokan bahan bakar tetap terganggu, demikian dilaporkan oleh penyiar nasional RTE, mengutip organisasi industri Fuels for Ireland.

Pemerintah pada hari Kamis meminta tentara untuk menyingkirkan kendaraan dari jalan-jalan yang diblokir di tengah kekhawatiran bahwa protes tersebut dapat menghambat polisi, petugas pemadam kebakaran, dan ambulans yang menanggapi keadaan darurat.

Gangguan tersebut bermula dari protes terpisah di sekitar kota-kota besar Irlandia atas tuntutan untuk pengurangan lebih lanjut terhadap biaya bahan bakar yang melonjak.

Pemerintah sebelumnya telah menyetujui berbagai langkah untuk menurunkan harga bahan bakar, termasuk pengurangan sementara pajak cukai atas bahan bakar kendaraan bermotor, perluasan subsidi untuk pengemudi truk dan operator bus yang menggunakan bahan bakar diesel, dan perpanjangan program yang membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan biaya pemanasan mereka. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI