Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Trump Klaim Target di Iran Hampir Habis, IRGC Tegaskan Teheran yang Tentukan Akhir Perang

Trump Klaim Target di Iran Hampir Habis, IRGC Tegaskan Teheran yang Tentukan Akhir Perang

Kamis, 12 Maret 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Donald Trump kembali menyatakan bahwa perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Foto: White House.


DIALEKSIS.COM | Internasional - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyatakan bahwa perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Trump mengeklaim hampir seluruh target strategis di Iran telah disasar oleh operasi militer.

“Praktis tidak ada lagi yang bisa ditargetkan di negara tersebut,” kata Trump pada Rabu (11/3), seperti dilaporkan Axios, Kamis (12/3/2026). Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang berada di tangannya.

“Sedikit ini dan itu”kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka akan berakhir,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump sebelumnya menyampaikan bahwa keputusan terkait berakhirnya perang juga akan dibahas bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Namun, sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dikutip Axios menyebutkan bahwa kedua negara justru tengah mempersiapkan kemungkinan konflik berlangsung setidaknya dua pekan lagi.

Sementara itu, Komandan United States Central Command (CENTCOM), Brad Cooper, menyatakan serangan militer Amerika telah menghancurkan lebih dari 5.500 target di Iran. Selain itu, lebih dari 60 kapal militer Iran juga diklaim telah dihancurkan, termasuk seluruh kapal perang kelas Sulaymani.

Menurut Cooper, serangan tersebut telah sangat melemahkan kekuatan Angkatan Laut serta basis industri militer Iran.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Trump kembali mengubah nada pernyataannya. Dalam pidato di Hebron, Kentucky, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus “menyelesaikan pekerjaan” sebelum mengakhiri operasi militer di Iran.

“Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Trump.

Di sisi lain, Iran membantah klaim yang disampaikan Washington. Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Ali Mohammad Naeini, menegaskan bahwa bukan Amerika Serikat yang akan menentukan kapan perang berakhir.

Ia menyebut pernyataan Trump sebagai kebohongan dan menuduh presiden AS itu berupaya mengklaim keberhasilan militer yang tidak sesuai fakta.

Dalam keterangannya kepada Tasnim News Agency, Naeini menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran masih tetap utuh dan serangan terhadap target lawan justru terus meningkat.

“Kami tahu amunisi Anda akan segera habis dan Anda sedang mencari jalan keluar terhormat dari perang ini,” ujarnya.

Ia juga menuding pemerintah AS tidak jujur kepada rakyatnya terkait kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, sejumlah infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia telah mengalami kerusakan akibat serangan balasan Iran.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI