Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Regulasi Jadi Kunci Jaga Stok dan Harga

Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Regulasi Jadi Kunci Jaga Stok dan Harga

Minggu, 29 Maret 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi. Stok beras dan minyakita aman di Aceh. [Foto: Bulog]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Seiring itu, penguatan regulasi terus dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah dinamika produksi serta ancaman perubahan iklim.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bahwa posisi stok pangan nasional saat ini tergolong kuat. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan pemerintah dan proyeksi produksi masih berada di atas kebutuhan.

“Kalau kita bicara ketersediaan, tidak perlu khawatir. Posisi stok kita sangat kuat dan ini ditopang produksi dalam negeri,” ujar Ketut dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (29/3/2026).

Penguatan tidak hanya dilakukan pada sisi produksi, tetapi juga pada tata kelola melalui regulasi pangan yang lebih adaptif. Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan distribusi, pengendalian cadangan, serta sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar surplus produksi dapat berdampak langsung pada stabilitas harga di masyarakat.

Data terbaru menunjukkan stok beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 4,22 juta ton. Selain itu, sejumlah komoditas strategis lain seperti jagung, minyak goreng, hingga protein hewani juga berada dalam kondisi aman. Proyeksi neraca pangan 2026 bahkan menunjukkan potensi surplus signifikan, terutama pada komoditas beras dengan total ketersediaan melampaui kebutuhan nasional.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan regulasi menjadi kunci menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada panen, tetapi juga pada sistem yang mengatur aliran pangan dari hulu ke hilir.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang terus kita jaga,” kata Amran.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan antisipatif, termasuk menghadapi potensi penurunan produksi saat musim kemarau. Dengan kombinasi stok yang kuat, produksi yang meningkat, dan regulasi yang diperketat, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga sepanjang tahun. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI