Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Tren Investasi Perak Mulai Ramai di Aceh Sejak Emas Naik

Tren Investasi Perak Mulai Ramai di Aceh Sejak Emas Naik

Jum`at, 06 Maret 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Perak yang dijual di Pasar Aceh. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tren investasi logam mulia tidak hanya didominasi emas. Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan perak di Kota Banda Aceh dilaporkan mulai meningkat dan menjadi alternatif investasi yang diminati masyarakat.

Salah seorang pedagang perhiasan di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Daffa, mengatakan penjualan perak saat ini sedang ramai, baik untuk kebutuhan perhiasan maupun sebagai bentuk investasi.

Menurut Daffa, meningkatnya minat masyarakat terhadap perak tidak terlepas dari kenaikan harga logam tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini membuat banyak orang mulai melirik perak sebagai pilihan investasi selain emas.

“Perak ini sekarang memang sedang tren. Permintaan juga ada, karena perak sudah dianggap sebagai salah satu investasi yang bagus dan banyak diminati,” kata Daffa saat ditemui di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa perak memiliki potensi kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, nilai perak disebut mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan sebelumnya.

“Kalau kita lihat dari kenaikannya, bisa lebih dari 100 persen dibandingkan beberapa waktu lalu. Sekitar setengah tahun terakhir ini harga perak memang terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Daffa mengatakan masyarakat Aceh mulai menunjukkan minat terhadap logam tersebut. Meski belum sebesar permintaan emas, namun pembelian perak disebut cukup stabil dan terus bertambah.

Menurutnya, sebagian masyarakat membeli perak karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan emas. Hal ini membuat perak menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan modal lebih kecil.

“Kalau orang Aceh beli perak juga ramai. Permintaan ada, walaupun tidak sebesar emas, tapi tetap ada yang cari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perak yang dijual di pasaran memiliki beberapa jenis, baik perak impor maupun perak lokal. Harga keduanya pun berbeda tergantung kualitas dan asal produk.

Untuk perak impor, kata Daffa, harga saat ini berada di kisaran Rp110.000 per gram. Sementara untuk perak lokal, harganya relatif lebih murah, yakni sekitar Rp60.000 per gram.

“Kalau perak impor sekitar Rp110 ribu per gram, sedangkan perak lokal sekitar Rp60 ribu per gram,” katanya.

Selain sebagai investasi, perak juga banyak diminati untuk dijadikan perhiasan seperti cincin, gelang, maupun aksesoris lainnya. Desain yang beragam serta harga yang lebih terjangkau membuat logam ini cukup diminati berbagai kalangan.

Para pedagang di Pasar Aceh pun mulai menyediakan lebih banyak produk perak untuk memenuhi permintaan pembeli. Beberapa toko bahkan menambah stok karena melihat tren minat masyarakat yang meningkat.

Menurut Daffa, jika tren harga terus naik, bukan tidak mungkin perak akan semakin diminati sebagai instrumen investasi oleh masyarakat.

Ia menilai ke depan perak berpotensi menjadi salah satu pilihan investasi logam mulia yang semakin populer, terutama bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan modal yang lebih terjangkau dibandingkan emas.

"Biasanya kalau harga terus naik, orang makin tertarik untuk beli. Karena mereka melihat ada potensi keuntungan juga di situ,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI